Minggu, 12 April 2026

Direndam Banjir, Aktivitas Belajar Mengajar di SD Cot Bayu Trumon Timur Ditiadakan

"Anak-anak tidak sekolah karena air sudah mengenangi kompleks SD Negeri Cot Bayu," kata Ketua Satgas SAR Aceh Selatan.

Penulis: Taufik Zass | Editor: Safriadi Syahbuddin
IST
SD Cot Bayu Trumon Timur, Aceh Selatan, direndam banjir dengan ketinggian 40-60 centimeter, Sabtu (11/11/2017). Akibatnya, aktivitas belajar mengajar ditiadakan. 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWSM.COM, TAPAKTUAN - Aktivitas belajar mengajar di SD Cot Bayu, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (11/11/2017), diliburkan karena sekolah itu direndam banjir setinggi 40-60 centimeter.

"Aktivitas warga di Desa Cot Bayu lumpuh. Anak-anak tidak sekolah karena air sudah mengenangi kompleks SD Negeri Cot Bayu, hingga sekarang air masih naik kemungkinan bertambah," kata Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE.

Informasi yang diterima Serambinews.com, Sabtu (11/11/2017), puluhan kepala keluarga (KK) di Gampong Cot Bayu sudah mengungsi ke rumah saudara mereka.

(Baca: Banjir Luapan di Trumon Timur, Sejumlah Warga Mengungsi karena Khawatir Air Naik Lagi)

Sebab sejak Jumat (10/11/2017) dini hari hingga Sabtu, ketinggian air bertambah.

"Masyarakat Cot Bayu mulai mengungsi ke rumah warga yang lebih aman," kata Rizwan Haris.

(Baca: Banjir Kembali Rendam Puluhan Rumah di Kecamatan Matangkuli, Tingginya Hampir Semeter!)

Seperti diberitakan, hujan lebat yang mengguyur kawasan itu menyebabkan sungai Sultan Daulat meluap.

Akibatnya, ratusan rumah warga di lima gampong dalam Kecamatan Trumon Timur dan Trumon Tengah dikepung banjir.

"Gampong-gampong yang telah digenangi banjir akibat luapan sungai Sultan Daulat diantaranya, Gampong Titi Poben, Blok A, Gampong Lhok Raya, Gampong Cot Bayu dan Gampong Padang Harapan," kata May Fendri SE, Jumat malam.

(Baca: Kendaraan Tujuan Singkil Terhadang Banjir di Ujung Bawang)

Fajri Riski, warga Trumon Tengah kepada Serambinews.com juga melaporkan, air yang mengenang pemukiman warga di Desa Lhok Raya naik menjadi sekitar 70 cm.

"Warga yang tergenang rumah saat ini tidak memiliki tempat tidur, mereka mulai mengungsi, termasuk orang tua kami," kata Fajri.

Menurutnya ada beberapa keluarga yang mencari tempat yang lebih tinggi dan mengungsi ke tempat saudaranya di luar desa itu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved