Ekses Demo Kantor Bupati Aceh Utara, Dua Mahasiswa Unimal Masih Ditahan di LP

12 Mahasiswa diamankan ke Polres Lhokseumawe. Tidak lama kemudian, delapan dibebaskan dan empat tetap ditahan.

Ekses Demo Kantor Bupati Aceh Utara, Dua Mahasiswa Unimal Masih Ditahan di LP
SERAMBINEWS.COM
Ilustrasi demo mahasiswa. 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Dua mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara yang ditangkap saat berlangsungnya demo di kantor Bupati Aceh Utara, pada Mei 2017 lalu, sampai Rabu (15/11/2017) masih ditahan di Lembaga Permasyarakat (LP) Klas II Lhokseumawe dengan status tahanan hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe.

Kedua mahasiswa tersebut, Muji Al Furqan dan M Rusi Lamie.

Koordinator Forbesma, Munzir Abe, menyebutkan, pada 28 Mei 2017 pihaknya menggelar aksi di kantor bupati Aceh Utara.

(Baca: Minta Empat Temannya Dibebaskan dari Penjara, Puluhan Mahasiswa Demo DPRK Agara)

Aksi terkait meminta kejelasan rentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan terkait penggunaan dana desa.

Saat aksi berlangsung sempat terjadi kerusuhan, hingga terjadi tolak menolak antara Polisi dengan mahasiswa, mengakibatkan kaca kantor bupati pecah.

Ekses dari kejadian tersebut, 12 Mahasiswa diamankan ke Polres Lhokseumawe. Tidak lama kemudian, delapan dibebaskan dan empat tetap ditahan.

Satu hari kemudian, bagi empat mahasiswa tersebut dikenakan wajib lapor. Meskipun dari hasil penyidikan lebih lanjut, hanya dua mahasiswa ditetapkan sebagai tersangka terkait perusakan aset negara.

(Baca: Sepasang Mahasiswa Ditangkap Saat Hendak Buang Janin)

Sekitar tiga bulan kemudian, berkas kedua mahasiswa dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

"Saat di jaksa, sempat ditahan dua teman kami selama satu hari. Tapi setelah kami ajukan penangguhan, disetujui dan kedua teman kami dijadikan sebagai tahanan kota," ujar Muzir.

Sekitar 21 hari lalu, perkara ini pun dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe. Sehingga kedua mahasiswa itu pun langsung ditahan dengan status tahanan PN di LP Klas II Lhokseumawe.

Disamping itu, untuk kasus ini sudah berlangsung dua kali sidang. Dimana sidang kedua dengan agenda esepsi berlangsung tadi siang. "Kita hanya minta penahanan bagi dua teman kami bisa ditangguhkan," pungkas Munzir. (*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved