Gampong Diwajibkan Bangun Rumah Duafa

Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik akan mewajibkan setiap pemerintahan gampong di kabupaten itu, mengalokasikan

Gampong Diwajibkan Bangun Rumah Duafa
DOK.PIDIE MENGAJAR
Rumah Lena Zahra di Gampong Adang Beurabo, Kecamatan Padang Tiji, Pidie. 

* Bupati Pidie akan Siapkan Perbup

SIGLI - Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik akan mewajibkan setiap pemerintahan gampong di kabupaten itu, mengalokasikan anggaran gampong (ADG) untuk membangun dua hingga empat unit rumah setiap tahunnya untuk duafa di gampong masing-masing.

Hal ini dilakukan untuk mempercepat upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Pidie. Mengingat banyaknya warga duafa di kabupaten ini yang belum memiliki rumah layak huni. Untuk mendukung kebijakan ini, pihaknya akan segera mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Perbup tentang rumah duafa ini akan kami terbitkan awal tahun 2018. Sehingga dalam tahun yang sama, pembangunan rumah duafa oleh pemerintah gampong dapat langsung dijalankan,” kata Abusyik, Rabu (15/11).

Menurutnya, meski pemerintah kabupaten bersama Baitul Mal juga memiliki program pembangunan rumah duafa, namun jumlah rumah duafa yang terbangun setiap tahun masih sangat kurang karena keluarga yang saat ini masih tinggal di rumah tak layak huni, jumlahnya mencapai ribuan.

Sementara, pemerintah kabupaten juga perlu memikirkan pembangunan untuk sarana umum lainnya. Sehingga program penyediaan rumah untuk duafa menjadi terbatas dan upaya pengentasan kemiskinan pun terkesan lamban.

“Jika pembangunan rumah duafa sama-sama dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan pemerintah gampong setiap tahunnya, maka angka kemiskinan di kabupaten ini bisa turun dengan lebih cepat,” ujarnya.

Bupati Pidie, Abusyik juga berharap keuchik dan tuha peut termasuk imum mukim mampu menyelesaikan persoalan yang timbul di tengah warga, dengan bijak, cermat, teliti, dan cara-cara yang persuasif. Bukan malah membiarkannya, meskipun persoalan itu lebih sering terkait masalah pribadi antarwarga. “Karena jika dibiarkan akan menjadi bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu dan mengganggu ketertiban warga di sekitarnya,” kata Abusyik, Rabu (15/11), saat melakukan saweu gampong di Gampong Kumbang, Glumpang Baro, Pidie.

Jika setiap persoalan di tingkat gampong bisa diselesaikan dengan baik, maka menurutnya, segala program pembangunan untuk kemakmuran gampong akan lebih mudah tercapai.

Di Pidie, persoalan antarwarga yang sering muncul, seperti rebutan air dari irigasi ke sawah warga, sengketa lahan, dan persoalan lainnya yang berawal dari hal sepele, namun kemudian berubah menjadi tindakan kriminal atau menciptakan permusuhan di antara sesama warga.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved