Investasi di Aceh Rp 21 Triliun

Nilai investasi yang masuk ke Aceh selama lima tahun terakhir berjumlah Rp 21 triliun

Investasi di Aceh Rp 21 Triliun
GUBERNUR Aceh, Irwandi Yusuf (tengah) pose bersama lima kepala daerah usai penyerahan Aceh Investment Award, di Hotel Sangri-La, Jakarta, Kamis (16/11). 

JAKARTA - Nilai investasi yang masuk ke Aceh selama lima tahun terakhir berjumlah Rp 21 triliun. Jumlah itu dari investor domestik dan internasional. Investasi asing yang terbesar berasal dari Tiongkok dan kemudian diikuti Malaysia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong menyampaikan hal itu saat jadi pembicara kunci dalam “Aceh Investment Forum-Trade Tourism and Investment 2017” di Jakarta, Kamis (16/11). Kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh.

Saat menyampaikan angka investasi tersebut, Thomas Lembong mengatakan, bahwa itu membuktikan Aceh sangat aktif dan disambut positif oleh para investor. “Aceh itu adalah berlian tersembunyi, baik prestasi maupun potensinya,” ujar Thomas Lembong yang pernah menjabat Menteri Perdagangan.

Pengusaha nasional James Riyadi dalam pertemuan itu menyampaikan rencana mendirikan rumah sakit dan usaha jasa di Aceh. Ia juga memandang Aceh, sangat strategis dan memenuhi syarat untuk mengembangkan usaha.

Ia menyarankan untuk melibatkan para pengusaha lokal yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN). “Harus ada satu proyek bersama yang melibatkan pengusaha lokal dan juga pengusaha Aceh di Jakarta,” katanya saat tampil menjadi salah seorang nara sumber.

Pengusaha lainnya dari Francis, Aquo Energy, juga menyatakan berminat masuk ke bidang pembangkit listrik tenaga angin. Kepala (DPMPTSP), Ir Iskandar MSc menyatakan, sudah bertemu langsung dengan pengusaha Aquo Energy dan sudah menyampaikan permohonan.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menjamin bahwa investor akan nyaman dan aman selama berinvestasi di Aceh. “Aceh salah satu daerah paling aman di Indonesia,” katanya berpromosi. Ia juga menjanjikan kemudahan perizinan dan Pelayanan yang cepat kepada calon investor. “Apabila persyaratan sudah lengkap, hanya dibutuhkan waktu tiga jam untuk mendapatkan izin,” ujar gubernur.

Saat ini di Aceh seluruhnya perizinan dan Pelayanan sudah ditangani satu Pontianak. Tidak lagi berbelit-belit dan rumit. Ia minta para bupati dan walikota juga memastikan hal serupa dalam memberikan pelayanan dan perizinan.

Gubernur Irwandi Yusuf menjelaskan dari segi investasi ada empat sektor yang menjadi prioritas di Acen, yakni agroindustri, infrastruktur dan energi, pengembangan pariwisata, serta pengembangan kawasan.

Bidang agroindustri industri, menurut gubernur, Aceh didukung sumber daya alam yang cukup besar. Salah satunya adalah sawit. Aceh sekarang ini menjadi salah satu produsen sawit terbesar di Indonesia. “Tahun lalu saja, lebih dari 1,9 juta ton Crude Palm Oil (CPO) telah dihasilkan dari perkebunan Sawit milik perusahaan dan masyarakat. Saat ini Aceh memiliki 45 perusahaan CPO. Kami mengundang Saudara untuk membangun hilirisasi industri sawit,” ujar gubernur.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved