Kejari Pidie Jaya Jebloskan Mantan Kepala KLH Bersama Rekanan Terkait Korupsi

Realisasi hanya 73,98 % sehingga bobot serta fakta tidak sesuai di lapangan dan dengan sendirinya negara telah dirugikan Rp 254.243.755.

Kejari Pidie Jaya Jebloskan Mantan Kepala KLH Bersama Rekanan Terkait Korupsi
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Tiga tersangka kasus korupsi penanaman pohon ruang terbuka hijau di Pidie Jaya memasuki mobil tahanan pasca ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pijay, Kamis (16/11/2017) petang sekira pukul 17.30 WIB. 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Kejaksaan Negeri Pidie Jaya (Kejari Pijay), Kamis (16/11217) petang sekira pukul 17.30 WIB menjebloskan tiga pelaku korupsi ke sel tahanan. 

Mereka disangkakan korusi terhadap kasus‎ pengadaan penanaman 3.900 batang kayu ruang terbuka hijau di delapan kecamatan dalam Kabupaten Pidie Jaya pada tahun 2014 lalu pada Kantor Lingkungan Hidup, Pertamanan dn Kebersihan (KLH dan PK).

Ketiga tersangka yang ditahan dan dijebloskan ke sel tahahan itu masing-masing drh Sofyan selaku mantan Kepala Lingkungan Hidup (KLH), Jailani selaku rekanan pelaksana, dan Husna selaku direktur perusahaan.

Baca: Oknum Camat di Simeulue Jadi Tersangka Korupsi, Penyidik Boyong ke Banda Aceh

Kajari Pijay, Abdul Muin SH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Abdul Kahar SH MH kepada Serambinews.com, Jumat (17/11/2017) mengatakan, terjeratnya ketiga tersangka ‎itu dikarenakan realissi volume proyek penanaman pohon ruang terbuka hijau itu tidak sesuai dari nilai kontrak proyek sebesar Rp 599.243.000.

Realisasi hanya 73,98 % sehingga bobot serta fakta tidak sesuai di lapangan dan dengan sendirinya negara telah dirugikan Rp 254.243.755.

"Atas penyimpangan kurang spesifiksi atau volume dari nilai pekerjaan itulah menyebabkn kerugian negara‎,"jelasnya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved