Polisi Cincang Knalpot Racing

Puluhan knalpot racing yang telah dimodifikasi dan dinilai melanggar aturan, disita dan dimusnahkan petugas

Polisi Cincang Knalpot Racing
WAKAPOLRESTA Banda Aceh, AKBP Armaini melakukan pemusnahan knalpot racing yang diamankan selama Operasi Zebra 2017 dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (16/11). 

BANDA ACEH - Puluhan knalpot racing yang telah dimodifikasi dan dinilai melanggar aturan, disita dan dimusnahkan petugas Kepolisian saat berlangsung konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (16/11). Knalpot racing yang ditaksir berharga jutaan rupiah itu, selanjutnya dicincang menjadi beberapa bagian.

Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Armaini SIK, menjelaskan 40 knalpot racing yang dicincang itu merupakan hasil Operasi Zebra 2017 yang serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia, 1-14 November 2017. “Knalpot racing dan knalpot blong dan sejenisnya yang telah dimodifikasi dan tak sesuai aturan, menjadi prioritas Operasi Zebra 2017, seperti yang diimbau sebelumnya, bahwa yang diperiksa itu mereka yang melakukan pelanggaran kasat mata,” kata AKBP Armaini didampingi Kasat Lantas Kompol Thomas Nurwanto SE SH.

Wakapolresta menjelaskan, Operasi Zebra 2017 bertujuan meningkatkan kepatuhan dan kesadaran para pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil. Karena, dengan semakin patuhnya para pengguna jalan, maka angka kecelakaan mampu ditekan.

“Kecelakaan yang terjadi selama ini, umumnya berawal dari kesalahan yang dilakukan manusia itu sendiri. Misalnya tidak memakai helm, menerobos traffic light, melawan arus, tidak memakai kaca spion dan bermain Hp saat berada di jalan serta bentuk pelanggaran lain,” ujar mantan Kapolres Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Selain menyita 40 knalpot racing dan knalpot blong, petugas juga mengamankan belasan pelat (nomor polisi) yang tidak sesuai standar, sejenis fiber serta sejumlah pelat yang ditempah bukan sesuai besi pelat yang ditentukan dalam aturan.

“Kami minta kepada pedagang knalpot, tidak menjual knalpot. Kami mohon kerja samanya serta kepada penempah pelat juga tidak mencetak nopol yang tidak sesuai TNKB berdasarkan kelengkapan surat kendaraan lainnya,” pungkasnya.

WAKAPOLRESTA Banda Aceh, AKBP Armaini SIK, menjelaskan dalam Operasi Zebra 2017 yang dilaksanakan selama 14 hari dengan keterlibatan 48 personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta, total pelanggaran yang ditangani sebanyak 571 kasus.

Jumlah itu, kata wakapolresta, dengan perincian 245 kasus tak menggenakan helm serta helm yang tidak sesuai SNI. 78 kasus tidak ada kaca spion, 40 kasus penggunaan knalpot racing tak standar, 35 kasus pelanggaran menerobos traffic light.

Selanjutnya 12 kasus penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau nomor polisi yang tidak sesuai standar. Terakhir sebanyak 161 pelanggaran berkaitan dengan surat kendaraan.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved