Pasar Dibongkar, Dewan Pidie Jaya Minta Usut Penjualan Aset Ruko ‎

“Ada indikasi kuat terhadap penjualan aset milik pemerintah pada ruko tersebut masuk ke kantong pribadi,"

Pasar Dibongkar, Dewan Pidie Jaya Minta Usut Penjualan Aset Ruko ‎
Gempa Pijay 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

‎SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU -  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya (Pijay) meminta pihak Inpektorat untuk mengusut dugaan penjualan aset berupa material seng dan pintu dorong pada rumah toko (Ruko) Pasar Rakyat di Gampong Kuthang, Kecamatan Trienggadeng usai dirobohkan pascabencana gempa.

“Ada indikasi kuat terhadap penjualan aset milik pemerintah pada ruko tersebut  masuk ke kantong pribadi," kata dua anggot DPRK Pijay Hasan Basri kepada Serambinews.com, Minggu (19/11/2017). 

Baca: Datsun Rusak Berat Akibat Bertabrakan Dengan Becak di Pidie Jaya

Dari berbagai keterangan, setelah dilakukan pembongkaran dua bulan lalu terhadap fasilitas gedung bantuan dari dana APBN  2015 lalu dengan dana Rp 4,6 miliar itu mulai raib.

Namun, sebelumnya asetnya masih terselematkan baik rangka baja alumunium, atap seng, dan pintu dorong besi dan almunium.‎

Hanya saja setelah dibongkar justru atap dan pintu menjadi raib sementara, hanya rangka baja yang diketahui dihibahkan ke dayah Al-Aziziyyah Lueng Putu dan Dayah di Gampong Peurade.

Baca: ISSI Aceh Besar Kirim Atlet PORA ke Weh Bike Cross Country

Selaku Ketua Komisi C DPRK Pijay itu, memperkirakan hasil pembongkaran pasar di Trienggadeng tidaklah  hilang, melainkan dijual oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. 

"Karena‎ raibnya aset di Dinas Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop),  maka pihak Inspektorat  patut mengusut demi menyelamatkan aset negara," jelasnya. (*) 

Penulis: Idris Ismail
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved