Tak Terima Dimutasi Terlalu Jauh, Mantan Kepala SD dan Puluhan Guru di Agara Protes ke Dewan

Mereka memprotes pemutasian kepala SD dan SMP di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agara beberapa waktu lalu.

Tak Terima Dimutasi Terlalu Jauh, Mantan Kepala SD dan Puluhan Guru di Agara Protes ke Dewan
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Puluhan guru mendatangi DPRK Aceh Tenggara, Senin (20/11/2017). Mereka memprotes kebijakan mutasi kepala SD dan SMP beberapa waktu lalu. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Puluhan guru di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) mendatangi gedung DPRK setempat, Senin (20/11/2017).

jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tenggara, datangi DPRK Agara, Senin (20/11/2017).

Mereka memprotes pemutasian kepala SD dan SMP di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agara beberapa waktu lalu.

Kedatangan tenaga pendidik ini disambut Ketua Fraksi Golkar, Hj Syamsiar.

(Baca: Usai Dilantik, Bupati Gayo Lues Minta Para SKPK Jangan Takut Dimutasi)

Juga anggota dewan, Barudin, M Sopian, Arnold Napitupulu, M Daud, Hasanusi, M Saipi, Johanuddin Desky, Takdir Edi Winta, Bustami Aceh, Usman, M Sofyan, Supian Sekedang, Malik Hamdani, Pelik Subriyanto, Hj Helena dan Jeminah.

(Baca: Sejak Januari Sampai November, Guru Baca Tulis Quran belum Bergaji)

"Saya dipindahkan menjadi guru SD3 Lawe Loning di Lawe Desky. Ini terlalu jauh," kata Arifin, mantan Kepala SD 1 Biakmuli.

Menurut Arifin, proses mutasi harus dilakukan berdasarkan perundangan-undangan.

(Baca: VIDEO: Sekolah Baru Belum Lengkap, Siswa Numpang Toilet ke Rumah Warga)

Sementara anggota dewan yang menyambut kedatangan mantan kepala sekolah dan guru-guru tersebut menyatakan akan menyampaikan persoalan tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Bupati Agara.(*)

Penulis: Asnawi Ismail
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved