Tiga Kabupaten Ini Pamerkan Koleksi Alquran Tulisan Tangan di MTQ Aceh  

MTQ Aceh ke-XXXIII tahun 2017 ini diikuti oleh 23 kafilah dari seluruh kabupaten kota di Aceh, namun pameran Islami hanya diikuti 14 kabupaten/kota.

Tiga Kabupaten Ini Pamerkan Koleksi Alquran Tulisan Tangan di MTQ Aceh   
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Kabag Humas Setdakab Nagan Raya, Rafiq Karim, memperlihatkan Alquran kuno yang ditulis tangan menggunakan patlot pada daun lontar yang saat dipamerkan di stan Pemkab Nagan Raya, dalam rangka memeriahkan MTQ ke-33 Aceh tahun 2017 di Kompleks Taman Putro Nurul A'la, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Senin (20/11). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI - MTQ Aceh ke-XXXIII tahun 2017 di Aceh Timur, juga dimeriahkan oleh pameran bernuansa syariat Islam dan bazar berbagai kerajinan tangan produk unggulan masing-masing kabupaten/kota di Aceh.

Pameran yang dipusatkan di Kompleks Taman Putro Nurul A'la ini diresmikan, oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, didampingi Bupati Aceh Timur, H Hasballah bin HM Thaib, dan sejumlah tokoh lainnya, Sabtu (18/11) lalu.

MTQ Aceh ke-XXXIII tahun 2017 ini diikuti oleh 23 kafilah dari seluruh kabupaten kota di Aceh, namun pameran Islami hanya diikuti 14 kabupaten/kota.

Sedangkan, sembilan kabupaten/kota lainnya tidak ikut yaitu Aceh Tenggara, Bireun, Sabang, Gayo Lues, Pidie, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, dan Lhokseumawe.

Baca: Semua Cabang MTQ Aceh Masih Tahap Penyisihan

Hasil amatan Serambinews.com, dari setiap stand, history (sejarah) Alquran paling banyak dipamerkan, selain itu juga pameran kerajinan tangan sesuai potensi daerah masing-masing, serta produk unggulan sesuai potensi sumber daya alam masing-masing, seperti kopi, kakao, lobster, minyak pala, lele asap, dan lain-lainnya, serta benda-benda peninggalan sejarah masing-masing daerah. 

Seperti stand Pemkab Nagan Raya, mereka memamerkan banyak koleksi Alquran, bahkan Pemkab Nagan Raya ini telah mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas koleksi Alquran kuno terbanyak pada 15 Agustus 2015 lalu.

Kabag Humas Pemkab Nagan Raya, Rafiq Karim, mengatakan pihaknya sengaja mengoleksi banyak Alquran untuk memperkaya khasanah tentang Alquran, semua Alquran diperoleh dari luar daerah dan dikoleksi di Museum Khasanah Alquran Nusantara di Nagan Raya.

Rafiq mengaku ada beberapa jenis Alquran kuno dengan tulisan tangan yang mereka koleksi yaitu Alquran yang ditulis pada daun lontar menggunakan patlot dan ditimpa tinta, Alquran ini mencatat semua surah Alquran mulai dari Alfatihah hingga Annas.

Halaman
123
Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved