Tentang Ramalan 2018 Sebagai Tahun Gempa Bumi, Begini Klarifikasi Ilmuwan

Perlambatan rotasi bumi bukan berarti gempa pasti akan terjadi pada tahun depan, tetapi kemungkinan terjadinya gempa akan meningkat.

Tentang Ramalan 2018 Sebagai Tahun Gempa Bumi, Begini Klarifikasi Ilmuwan
AFP/RONALDO SCHEMIDT
Tentara menyususi bangunan Balai Kota yang ambruk seusai diguncang gempa 8,1 SR di Juchitan de Zaragoza, negara bagian Oaxaca, Mexico, Sabtu (9/9/2017). 

SERAMBINEWS.COM - Mungkin Anda sudah membaca artikel tentang ramalan yang menyebutkan bahwa akan terjadi gempa besar yang mengguncang kawasan khatulistiwa pada 2018 nanti.

Setelah membaca berita tersebut, tentu sangat wajar bila Anda merasa khawatir.

Ramalan ini bermula dari temuan yang dipresentasikan bulan lalu pada pertemuan tahunan Masyarakat Geologi Amerika oleh Roger Bilham dari University of Colorado, Boulder, dan Rebecca Bendick dari University of Montana, Missoula.

Dalam studi yang dimuat dalam jurnal Geophysical Research Letters, mereka berkata bahwa akan terjadi banyak gempa yang diakibatkan oleh penurunan rotasi bumi pada tahun depan.

Setelah membuat banyak orang merasa takut dengan tulisannya itu, Bendick ternyata merasa "bersalah" dan memberikan penjelasannya.

(Baca: Peneliti Ramalkan 2018 Sebagai Tahun Gempa Bumi, Begini Penjelasannya!)

Berdasarkan korelasi antara sejumlah peristiwa gempa bumi dan fluktuasi periodik rotasi bumi, Bilham dan Bendick berpendapat bahwa mereka bisa memperkirakan kapan gempa bumi akan terjadi.

"Sesuatu yang selalu diharapkan para ilmuwan adalah menemukan semacam alat indikator untuk gempa bumi, karena ini memberi kita peringatan dini sebelum terjadi," kata Bendick pada Washington Post seperti dilansir Serambinews.com dari Kompas.com Selasa (21/11/2017).

(Baca: Gempa Irak-Iran - Tiga Hari di Bawah Reruntuhan, Bayi ini Ditemukan Selamat - 400 Jiwa Meninggal)

Bendick juga membenarkan bahwa kesimpulan tersebut belum final karena belum dilakukan uji laboratorium atau masih butuh studi lanjutan untuk membenarkannya.

Halaman
1234
Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved