Tentang Ramalan 2018 Sebagai Tahun Gempa Bumi, Begini Klarifikasi Ilmuwan

Perlambatan rotasi bumi bukan berarti gempa pasti akan terjadi pada tahun depan, tetapi kemungkinan terjadinya gempa akan meningkat.

Tentang Ramalan 2018 Sebagai Tahun Gempa Bumi, Begini Klarifikasi Ilmuwan
AFP/RONALDO SCHEMIDT
Tentara menyususi bangunan Balai Kota yang ambruk seusai diguncang gempa 8,1 SR di Juchitan de Zaragoza, negara bagian Oaxaca, Mexico, Sabtu (9/9/2017). 

(Baca: Hong Kong Open 2017 - 4 Ganda Putra Indonesia Lolos ke Babak Kedua, Ada 2 Lagi Main Malam Ini)

Sama seperti ahli geofisika dari Rusia, Boris Levin dan Elena Sasorova; Bilham dan Bendick menemukan mekanisme yang menghubungkan rotasi dan gugusan gempa di bumi.

Bendick menjelaskan saat rotasi bumi berubah, bentuknya turut bergeser seperti rok penari. Ketika rotasi bumi melambat, yakni setiap 30 tahun sekali, mayoritas massa bergerak ke arah kutub.

Sebaliknya, ketika bumi berputar lebih cepat, mayoritas massa bergerak ke khatulistiwa.

Perubahan ini memang hanya sekitar satu milimeter, tetapi energi potensial yang terkumpul pada patahan bumi dapat menimbulkan gempa bumi dahsyat.

Nah, menurut Bilham dan Bendick, bumi kini telah sampai di penghujung periode perlambatannya; dan statistik mereka menunjukkan bahwa hal ini berarti gugusan gempa sedang mendekat.

(Baca: LIVE STREAMING Juventus vs Barcelona, Nonton di SINI)

(Baca: LIVE STREAMING - Qarabag vs Chelsea, Nonton di SINI)

(Baca: LIVE STREAMING - Atletico Madrid vs AS Roma, Nonton di SINI)

Namun, hal tersebut tidak berarti 2018 akan menjadi tahun gempa yang menghancurkan.

Halaman
1234
Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved