Delegasi Afganistan Jumpai Mantan Juru Runding GAM

Delegasi Afganistan bersama pimpinan Berghof Foundation Jerman, berkunjung ke Aceh

Delegasi Afganistan Jumpai Mantan Juru Runding GAM
MULYADI NURDIN, Karo Humas dan Protokol Pemerintah Aceh

BANDA ACEH - Delegasi Afganistan bersama pimpinan Berghof Foundation Jerman, berkunjung ke Aceh pada Jumat (24/11). Tujuannya untuk mempelajari cara penyelesaian konflik Aceh dan ingin menggali informasi dari para pihak yang terlibat dalam proses perdamaian Aceh, terutama dengan para juru runding.

Para delegasi Afganistan yang hadir di antaranya HE Haji Azizullah Den Mohammad, HE Mulawi Ata Urahman Saleem, HE Mulawi Abdul Khabir Ochqoon, HE Habiba Sarabi dan HE Sardar Mohammad Nadir Naeem. Sementara dari Pemerintah Aceh dihadiri Asisten Administrasi Umum, Saidan Nafi

Mereka melakukan pertemuan di ruang rapat Potensi Daerah Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh. Turut hadir juga para mantan juru runding perdamaian Aceh yang terlibat langsung saat proses perdamaian GAM-RI di Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005, di antaranya Bakhtiar Abdullah, Nur Juli, Shadia Marhaban, dan Munawar Liza.

Deputy High Peace Council Afghanistan, HE Habiba Sarabi mengatakan, pihaknya mengunjungi Aceh untuk mempelajari keberhasilan proses perdamaian GAM dengan Pemerintah Indonesia setelah berperang 30 tahun. Sementara konflik di Afganistan telah berlangsung selama 40 tahun.

Pengalaman yang dilakukan Aceh dalam menyelesaikan konflik, katanya, akan dipelajari dan digunakan pihaknya untuk menyelesaikan konflik di negaranya. “Kami ingin mempelajari dan ingin menggunakan pengalaman Aceh untuk menyelesaikan konflik di Afganistan,” kata Habiba.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin mengatakan Berghof Foundation yang didukung Pemerintah Jerman sedang berupaya menyelesaikan konflik di Afganistan. Mereka ingin mencontohkan Aceh yang berhasil meraih perdamaian antara GAM dengan Pemerintah RI.

“Pemerintah Aceh siap berbagi pengalaman dengan Afganistan dalam menyelesaikan konflik di negara itu. Gubernur Irwandi sangat peduli dengan isu perdamaian dunia, sehingga kunjungan delegasi Afganistan ke Aceh merupakan langkah sangat tepat, karena penyelesaian konflik Aceh salah satu yang paling cepat di dunia,” katanya.

Sementara Asisten Administrasi Umum, Saidan Nafi, dalam pertemuan itu menyampaikan pasca-perjanjian damai, pembangunan Aceh semakin meningkat dan ekonomi masyarakat mulai menunjukkan perbaikan. Hal ini berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan internasional yang semakin meningkat.

“Minggu depan, mulai 28 November hingga 5 Desember, di Aceh akan berlangsung even internasional Sail Sabang yang diikuti para peserta dari berbagai negara. Semua ini menunjukkan perdamaian Aceh sangat berhasil dan layak menjadi contoh bagi semangat perdamaian dunia,” kata Saidan Nafi.

Saat ini, tambahnya, sudah ada beberapa delegasi dari sejumlah negara lain yang datang ke Aceh untuk mempelajari perdamaian Aceh. Di antaranya, Myanmar, Filipina, Thailand, India dan Khasmir, serta beberapa negara Afrika.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved