Selasa, 7 April 2026

Sembunyikan Mayat Bayinya di Celah Sempit dalam Rumah, Wanita Muda Ini Ditangkap dan Ditahan

dituntut karena telah melakukan pembunuhan, menyembunyikan kematian dan merusak barang bukti.

Editor: Faisal Zamzami
Facebook via New York Post
Brittany Robinson (23) ditahan setelah menyembunyikan jasad bayinya yang baru lahir. 

SERAMBINEWS.COM, HARRISBURG - Kepolisian Pennsylvania, AS menahan seorang wanita muda atas tuduhan menyebabkan kematian anaknya sendiri yang baru lahir dan menyimpannya di celah sempit di rumah orangtuanya.

Brittany Robinson (23) dituntut karena telah melakukan pembunuhan, menyembunyikan kematian dan merusak barang bukti.

(Baca: Jaksa Eksekusi Mantan Kadis PU Lhokseumawe ke LP, Ini Penyebabnya)

Orangtua Brittany Robinson terkejut saat menemukan sebuah plastik berisi mayat bayi anak laki-laki di rumahnya.

Dia pun semakin terkejut setelah mengetahui mayat bayi itu adalah anak putrinya.

"Pemilik rumah saat itu sedang menata kabel untuk dekorasi Natal. Kemudian dia menemukan kantong plastik berisi mayat bayi di sudut tempat sempit di rumahnya," kata polisi negara bagian Pensylvania Letnan Eric Hermick kepada media lokal.

Kepada polisi, Brittany mengaku melahirkan di bak kamar mandi rumah orangtuanya pada Jumat (24/11/2017) pekan lalu.

Dia mengatakan bayi seberat 3 kilogram dan panjang 48 sentimeter itu sudah tidak bernyawa saat dilahirkan. Dan tidak memeriksanya lagi hingga keesokan harinya.

Brittany yang merahasiakan kehamilannya dari kedua orangtuanya lantas menyembunyikan jasad bayi itu di celah sempit di rumahnya, yang kemudian ditemukan sang ayah.

(Baca: Ini 10 Negara Penyuplai Terbesar Daging Halal Dunia, Mayoritas Diekspor dari Negara Non-Muslim)

Orangtua bersama kerabat saat ini bekerja sama dengan polisi untuk mengungkap kasus tersebut.

Diketahui kemudian, Brittany sudah memiliki seorang anak berusia 8 tahun.

Autopsi telah dilakukan untuk menemukan penyebab kematian bayi laki-laki Brittany yang mengaku menyembunyikan serta tidak menghubungi polisi karena merasa takut. (New York Post)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved