Jelang Milad GAM, Eks Kombatan Dilarang Kibarkan Bintang Bulan

Kegiatan yang dilaksanakan diseluruh Aceh itu dirangkai dengan zikir, doa bersama, dan santunan anak yatim.

Jelang Milad GAM, Eks Kombatan Dilarang Kibarkan Bintang Bulan
Juru Bicara Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA), Suadi Sulaiman alias Adi Laweung 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Semua mantan kombatan akan memperingati hari kelahiran Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang jatuh pada 4 Desember.

Kegiatan yang dilaksanakan diseluruh Aceh itu dirangkai dengan zikir, doa bersama, dan santunan anak yatim.  

Khusus di provinsi, peringatan milad tersebut akan dipusatkan di makam almarhum Wali Nanggroe TgkHasan Tiro di Kompleks Makam Nasional Tgk Chik Di Tiro, Gampong Mureu, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar pada Senin (4/12/2017).

Juru Bicara DPA Partai Aceh, Suadi Sulaiman alias Adi Laweung kepada Serambinews.com, Sabtu (2/12/2017) mengimbau semua anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) se Aceh untuk tidak mengibarkan bendera Bintang Bulan pada hari.

(Baca: Mantan GAM Ini Serahkan 890 Lembar Bendera Bintang Bulan ke Polsek Grong-Grong)

Dia menjelaskan, meskipun secara yuridis bendera tersebut sudah sah, tetapi, Pemerintah Pusat masih mempermasalahkannya karena menganggap berbenturan dengan Peraturan Pemerintah (PP).

Karena itu, dia meminta mantan kombatan untuk menahan diri.    

“Dalam kondisi seperti ini kita minta kepada seluruh masyarakat dan teman-teman Komite Peralihan Aceh (KPA), untuk sementara ini bisa bersabar dulu sampai ada keputusan akhir untuk mengibarkan bendera,” kata politisi Partai Aceh ini.

Dia menjelaskan saat ini anggota DPRA secara kelembagaan juga sedang membahas persoalan itu dengan Pemerintah Pusat.

Oleh karena itu, Adi Laweung meminta kepada semua mantan kombatan di Aceh untuk menghormati upaya tersebut dengan bersabar dulu. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved