Breaking News:

Milisi Houthi Tetap Tolak Kembalikan Jenazah Mantan Presiden Yaman, Ini Alasannya

Dilaporkan sebelumnya, milisi Houthi memberikan sejumlah persyaratan jika ingin jenazah Saleh dikembalikan.

Editor: Faisal Zamzami
(MOHAMMED HUWAIS / AFP)
Tentara milisi Houthi bersorak dan meneriakkan slogan saat berkumpul di ibu kota Sanaa. 

SERAMBINEWS.COM, SANAA - Milisi Houthi menolak permintaan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) untuk menyerahkan jenazah mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh yang tewas dalam serangan pada Senin (4/12/2017) lalu.

Informasi dari sumber yang terlibat dalam serangan di Sanaa telah mengonfirmasi bahwa ICRC bersama dengan organisasi internasional lainnya yang ada di Yaman meminta milisi Houthi menyerahkan jasad Saleh.

Selain itu juga meminta pengembalian sejumlah jasad dari anggota partainya yang menjadi korban serangan di Sanaa pekan lalu. Namun, permintaan dari organisasi tidak dapat dipenuhi.

Dilaporkan situs berita di Yaman dan dilansir Al Arabiya, sumber itu menyampaikan alasan penolakan milisi Houthi.

Dikatakannya, kelompok Houthi ingin melakukan penyelidikan sendiri bersama dengan Jaksa Agung.

Baca: Menteri Susi Beri Teguran Tegas Pada Denny Siregar, Gerah Namanya Diseret dalam Percakapan

(Baca: Kesaksian Kapten Nu, Korban Kecelakaan Maut yang Menewaskan Istri Bupati Pidie)

(Baca: Istri Abusyik dan Dua Ajudan Meninggal Kecelakaan di Jawa Barat, Ini Suasana di Pendopo Bupati Pidie)

Seorang pemimpin senior di Partai Kongres Rakyat Umum menyatakan beberapa kali upaya mediasi dan intervensi kesukuan gagal mencapai kesepakatan sebelum akhirnya mereka meminta ICRC untuk terlibat.

Dengan harapan kelompok milisi Houthi bersedia memberitahukan tempat jenazah Saleh disimpan dan menyerahkannya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved