Pimpinan Fasilitas Publik Jamin soal Kebersihan Toilet

Sebanyak 40 pimpinan fasilitas publik di Aceh atau yang mewakili menjamin kebersihan toilet atau WC

Pimpinan Fasilitas Publik Jamin soal Kebersihan Toilet
Kepala Pelabuhan dan Terminal se-Aceh, teken MoU bersih toilet dan WC di Aula Dinas Perhubungan Aceh, Banda Aceh, Selasa (12/12). 

BANDA ACEH - Sebanyak 40 pimpinan fasilitas publik di Aceh atau yang mewakili menjamin kebersihan toilet atau WC di setiap instansi dipimpinnya masing-masing mulai dari tipe A, B, dan C, baik itu Bandara, Pelabuhan, Terminal Bus, dan Terminal Barang.

Jaminan itu mereka sepakati dalam penandatanganan soal kesepakatan toilet dan WC di lembaga fasilitas publik selalu bersih dan rapi. Penandantanganan di aula Dishub Aceh, Banda Aceh, Selasa (12/12), ini disaksikan Asisten II Setda Aceh, dr Taqwallah dan Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Drs Zulkarnain. Penandanganan ini bersamaan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Kegiatan UPT Kementerian Perhubungan dan UPTD di Wilayah Aceh yang dilaksanakan Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh.

Seusai acara ini, dr Taqwallah mengatakan penandatanganan kesepakatan itu ide sangat bagus dengan memanfaatkan pejabat terkait yang hadir dalam rakor tersebut. Ia menilai, khusus toilet bandara yang selama ini sudah terlihat bersih dan rapi serta lantainya selalu kering, hanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar. Sedangkan lainnya masih kurang bersih.

“Ada beberapa bandara di kabupaten/kota, bangunan dan ruang toilet cukup bagus terbuat dari keramik dan batu alam, tapi tidak bersih. Ruang toilet dan WC bau pesing, lantainya tergenang air dan air dalam bak sedikit, kurang jernih, bahkan ada yang kuning, dan berbau,” kata Taqwallah.

Dalam setahun ini, kata Taqwallah, karena sudah banyak kritikan dari para penumpang pesawat ke kabupaten/kota mengenai kebersihan toilet, termasuk dari warga asing, maka sudah ada bandara yang berubah lebih baik. “Tapi ada beberapa bandara belum berubah, toiletnya masih kotor dan jorok,” kata Taqwallah.

Sementara itu, Kadishub Aceh, Drs Zulkarnain mengatakan penandatanganan itu menyikapi kritikan para tamu luar Aceh yang menghadiri Sail Sabang 2017. Ia menyambut baik penandantanganan itu. “Jangan karena gara-gara toilet dan WC bandara, pelabuhan, dan terminal jorok, nafsu wisatawan ke lokasi wisata, apakah ke tempat wisata kuliner/makanan, sejarah, museum dan pantai lainnya jadi menurun,” ujar Zulkarnain. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved