Kupi Beungoh

Aceh Hebat atau Aceh ‘’Hah Babah’’?

Lagi-lagi ini sungguh kontradiktif, dengan alokasi anggaran yang melimpah tetapi mutu pendidikan masih rendah.

Aceh Hebat atau Aceh ‘’Hah Babah’’?
IST
Munawar AR 

Oleh: Munawar AR

BAGI warga gampong di penjuru Serambi Mekkah, mampu menyekolahkan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi adalah bagian dari khayalan.

Tak semua orang berhasil walau sumber daya alamnya melimpah ruah.

Bukan kebetulan jika Tuhan atau kekuatan tak terlihat itu menempatkan kita di sebuah tanah dan air yang kekayaannya tak terkira.

Belum lagi tumpahan dana otsus yang melimpah.

Bagi orang Aceh tempoe doeloe, pendidikan juga senjata ampuh  yang memiliki kekuatan mengubah masa depan, dan kerap dibicarakan dari rumah ke rumah, dari lorong ke lorong sampai ke gampong tetangga.

Narit maja tentang fadhilah pendidikan juga acap dituturkan sambil mengunyah sirih dan pinang.

Benar saja, mengunyah pinang ternyata tidak sekedar membawa efek positif dalam berkomunikasi atau menghilangkan bau mulut, melainkan juga mampu mereduksi sakit gigi, karena pinang dan sirih memang memiliki kandungan antiseptik.

Ya. Jauh sebelum pemerintah pusat mengucurkan dana otonomi khusus (Otsus), ternyata sirih dan pinang adalah potret ‘kebersamaan’ Aceh di masa lampau.

Pohon yang sering di‘panjat’ menjelang Dirgahayu Republik Indonesia itu menjadi salah satu pundi-pundi ekonomi, termasuk dalam menyekolahkan anak-anak negeri.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved