Pemuda Gayo Raya Adukan DPRA ke Komnas HAM, Gara-gara Lomba Himne Aceh

Mereka mengadukan DPRA karena memaksakan penggunaan bahasa Aceh dalam himne Provinsi Aceh.

Pemuda Gayo Raya Adukan DPRA ke Komnas HAM, Gara-gara Lomba Himne Aceh
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Pemuda Gayo Raya mengadukan DPRA ke Komnas HAM di Jakarta, Jumat (15/12/2017) karena dinilai diskriminasi dalam penggunaan bahasa untuk Himne Provinsi Aceh. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemuda Gayo Raya, Jumat (15/12/2017) mendatangi Kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhari, Jakarta.

Mereka mengadukan DPR Aceh yang dinilai telah bertindak diskriminatif dengan memaksakan penggunaan bahasa Aceh dalam himne Provinsi Aceh.

Para pemuda dan mahasiswa Gayo itu juga secara bergantian melakukan orasi yang menggugat kebijakan DPRA yang diskriminatif dan menyingkirkan keberadaan bahasa-bahasa yang ada di wilayah Provinsi Aceh.

"Memaksakan penggunaan bahasa suku Aceh dalam himne yang diberlakukan bagi seluruh penduduk yang mendiami Provinsi Aceh, adalah sebuah pelanggaran hak asasi manusia yang sangat serius," kata salah seorang aktivis Pemuda Gayo Raya, Win Nata Gayo.

(Baca: Bapak 65 Tahun Ini Ikut Sayembara Himne Aceh, Lihat Ekspresinya Penuh Semangat!)

(Baca: Mahrisal Rubi Pemenang Himne Aceh)

(Baca: Anggota DPRA Surati Mediator Perdamaian RI-GAM, Begini Isinya)

Disebutkan, kebijakan tersebut mengakibatkan bahasa-bahasa suku lainnya tergusur secara sistematis dan masif, dan akan dipaksakan penggunaannya di sekolah-sekolah.

"Seharusnya sebagai sebuah lembaga negara, DPRA mengayomi dan melindungi seluruh entitas budaya yang tumbuh dan berkembang di Provinsi Aceh. Bukan sebaliknya bertindak diskriminasi," ujar aktivis Pemuda Gayo Raya lainnya, Yurnadi Aman Fathur.

Dalam pernyataannya, Pemuda Gayo Raya menyatakan, kehadiran mereka ke Komnas HAM sebagai bentuk perjuangan terhadap identitas budaya manusia dan merupakan hak asasi manusia yang dilindungi oleh undang-undang.

Dalam aksi tersebut, para pemuda dan mahasiswa Gayo menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Tawar Sedenge, nyanyian rakyat Gayo, serta menggelar beberapa poster.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved