Kupi Beungoh

Ini Wasiat Rasulullah Kepada Ali bin Abi Thalib Soal Makanan Halal, Jangan Sampai Buta Hati

Hai Ali, barangsiapa yang memakan syubhat, maka dia menjadi peragu terhadap keyakinan agamanya. Dan hatinya akan menjadi gelap dari petunjuk Allah Swt

IST
Mustafa Husen Woyla 

Oleh : Tgk Mustafa Husen Woyla

Hai Ali, barangsiapa yang memakan makanan dan minuman  halal, maka agamanya akan bersih, hatinya akan lunak, dan doanya tidak akan terhalang.”

Hai Ali, barangsiapa yang memakan syubhat, maka dia menjadi peragu terhadap keyakinan agamanya. Dan hatinya akan menjadi gelap dari petunjuk Allah Swt.”

Hai Ali, barangsiapa memakan yang haram, maka hatinya akan mati, agama dan keyakinannya juga semakin melemah, Allah menghalangi doanya, dan malas beribadah.”

Hai Ali, jika Allah sudah murka kepada seseorang, maka Allah memberi rizki yang haram. Dan jika kemurkaan Allah kian bertambah, maka Allah mengutus setan untuk membantu mengurusi kekayaannya, membantu menimbun hartanya, disibukkan urusan duniawi daripada urusan ukhrawi, segala urusan dunia dipermudah. (Pada akhirnya setan membohonginya dengan bisikan tipu daya) ‘Tidak mengapa kamu lakukan itu semua karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.”

Demikian antara lain wasiat emas yang Rasulullah SAW sampaikan kepada Ali bin Abi Thalib ra, di rumah Nabi secara khusus empat mata.

Bahkan sebelum menyampaikan wasiat, Nabi menekankan betapa penting pesan yang akan beliau sampaikan.

Rasulullah bersabda "Hai Ali, antara Aku dan Kamu sama seperti Harun as. dan Musa as. Namun bedanya setelah Aku tidak ada lagi nabi, dan seandainya kamu mampu menjaga wasiat Aku ini, maka kamu akan dipuji. Kelak akan mati syahid dan dibangkitkan bersama orang ulama fikih dan ahli ilmu.”

(Baca: Peringati Milad Ke-5, KWPSI Bahas Akhlak, Ilmu Pengetahuan, Sampai Makanan Halal)

(Baca: Makanan Halal Syarat Diterima Ibadah)

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved