Breaking News:

Laporkan Temuan  Buku Bermasalah

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat Daya Yusnaidi mengintruksikan kepada para kepala sekolah dasar (SD)

Editor: hasyim
ISTIMEWA
Buku sekolah yang sebut Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel 

* Seruan Kadisdik Abdya

BLANGPIDIE - Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat Daya Yusnaidi mengintruksikan kepada para kepala sekolah dasar (SD) segera melaporkan apabila menemukan buku pelajaran IPS kelas VI SD yang di dalamnya tertulis Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Intruksi tersebut disampaikan kepada para kepala SD sejak Kamis (14/12), sehubungan diperoleh informasi bahwa di Kabupaten Aceh Barat ditemukan ribuan buku pelajaran IPS kelas VI SD yang memberi informasi keliru dan “menyesatkan” karena menyebut Yerusalem ibukota Israel.

“Perintah agar para kepala SD segera menyampaikan laporan kita sampaikan sejak Kamis, tapi hingga sore ini (Jumat sore, kemarin), belum ada kepala SD yang melaporkan,” kata Yusnaidi. Bila buku yang memberikan informasi “meyesatkan” itu ternyata juga beredar di Abdya, maka pihak Disdik Abdya segera berkoordinasi dengan Kajari dan kepolisian setempat untuk segera menariknya.

Harus bertanggung Jawab
Sementara itu anggota DPRA Zaenal Abidin di Meulaboh dan anggota DPRK Aceh Barat Banta Lidan kepada Serambi secara terpisah Jumat (15/12) meminta Disdik Aceh Barat melakukan langkah cepat terkait temuan buku pelajaran IPS kelas VI SD yang dinilai sesat. Seperti diketahui sekitar 6.000 buku “sesat” yang diterbitkan Erlangga tahun 2007 ditemukan beredar luas selama ini di kalangan peserta didik dan sekolah di Aceh Barat.

Dalam buku tersebut tertulis Yerusalem sebagai ibukot Israel. “Dinas Pendidikan Aceh perlu mengintruksikan seluruh sekolah di Aceh menarik semua buku yang bermasalah itu,” katanya. Banta Lidan juga menyebutkan beredarnya buku “sesat” tersebut merupakan bentuk kecolongan pemerintah.

Dilapor ke Jakarta
Ikhsan, perwakilan penerbit Erlangga di Meulaboh kemarin mengaku baru mengetahui informasi ada peredaran buku tersebut di Aceh Barat. “Tentu kami akan laporkan ke Erlangga di Jakarta,” katanya. Diakuinya buku yang dipersoalkan tersebut merupakan buku yang beredar sekitar tahun 2008 silam dengan tahun terbit 2007. Namun dalam beberapa tahun terakhir juga telah dicetak edisi terbaru.

Akan mengecek
Kasi Madrasah dari Kemenag Aceh Barat Suhadi SAg ditanyai terpisah kemarin mengatakan pihaknya akan memerintahkan semua Madrasah Ibtidaiyah (MI) memastikan buku IPS kelas VI tersebut beredar atau tidak. Tahun 2017 merupakan tahun terakhir menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. “Saya akan cek dulu. Kalau ada tentu akan ditarik,” katanya.

Kadis Pendidikan Aceh Barat Zulkarnain menyebutkan pihaknya sudah memerintahkan seluruh SD se-Aceh Barat yang masih menggunakan buku IPS kelas VI terbitan Erlangga tahun 2007 untuk ditarik. “Kita sudah lakukan langkah cepat menarik kembali semua buku yang keliru itu,” katanya. (nun/riz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved