Puisi

Ziarah Kelu

Kemarin Sepasang mata mati Disemayam di kolong langit Orang-orang melayat Lewat kopi-kopi mengepul Dan asap kretek

Ziarah Kelu
Peserta lomba baca puisi tampil pada peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di halaman Kantor Dinas Sosial Aceh, Minggu (07/12).SERAMBI/BUDI FATRIA 

Kami rindu suara-suara itu
Suara santri kecil berloncat riang
Usai mendengar kumandang libur panjang
Tatkala bulan suci
Bilik-bilik bersuluk senyap
Jiwa-jiwa terpejam
Komat-kamit lafaz Tuhan
Mengalir dari kalbu yang tenteram

Pada malam-malam tiada lelap
Tadarus-tadarus mengalun sejuk
Bergema ayat-ayatNya yang suci

Kami rindu
Berziarah pada waktu
Untuk melipur ingatan yang menusuk
Untuk merajut rasa yang menderu
Pada masa itu

Sisa Rinai Desember

Ada gerimis yang menyapu jejak di matanya
Pada sisa Desember yang kelu
Sepotong sabit pucat tergantung di kelopak
Menggigil kuyup
Bibirnya mengulum satir
Pada cangkir yang mengepul rindu
Ia masih setia menunggu
Meski kelabu terus berarak
Di langit hatinya

* Hendra Kasmi, Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved