Guru Mud Jadi Tokoh Guru 2017

Mahmud bin Usman alias Guru Mud bersama empat tenaga pendidik lagendaris lainnya terpilih sebagai Tokoh Guru

Guru Mud Jadi Tokoh Guru 2017
LAISANI, Kadisdik Aceh

BANDA ACEH - Mahmud bin Usman alias Guru Mud bersama empat tenaga pendidik lagendaris lainnya terpilih sebagai Tokoh Guru Tahun 2017. Penghargaan untuk lelaki kelahiran Simpang Tiga, Pidie, tahun 1916 itu diterima putra kandungnya Drh Nasir Guru Mud pada malam resepsi Hari Guru Nasional bersamaan HUT ke-72 PGRI di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu (16/12) malam.

Nasir, mantan pemain Persiraja Banda Aceh itu mengaku penghargaan ini merupakan bagian dari pengabdian beliau yang selalu setia untuk memajukan pendidikan di Bireuen. Memulai karir sebagai guru SDN 2 Bireuen, kemudian menjadi kepala SDN 1 Bireuen, penilik sekolah se-Aceh Utara, dan ketika sekolah dibakar OTK semasa DI/TII, Guru Mud sempat menjadikan kolong rumah Aceh miliknya sebagai tempat belajar bagi peserta didik tingkat SD di wilayahnya.

Ketua PGRI Aceh, Abd Syukur, mengatakan, pada resepsi Hari Guru memang sengaja kita memilih dan memberikan penghargaan kepada guru yang tulus dan ikhlas mengabdi untuk profesinya.

Selain Guru Mud, empat guru lain yang mendapat penghargaan pada malam resepsi Hari Guru Nasional hasil penilaian Dewan Juri yang diketuai Drs Salman Ishak MSi itu masing-masing Drs Abdul Hajad (guru SDN 1 Banda Aceh), M Ismail Fakri (Guru PGAN Banda Aceh), Prof Budiman Sulaiman (guru SD dan penulis kamus Bahasa Aceh), Jauhari Ishak (guru SMP dan pengarang buku pelajaran Bahasa Aceh).

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Laisani Msi, mengatakan, untuk memperingati Hari Guru, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan PGRI Aceh telah melaksanakan sejumlah kegiatan, di antaranya HUT HGN dan PGRI ke-72, gerak jalan santai, seminar pendidikan, pameran inovasi guru, lomba olahraga, lomba asmaul husna, dan lomba karya ilmiah (PTK).

Kepada Serambi, Laisani mengatakan dengan keteladanan guru-guru kita di masa lampau bisa mamacu guru Aceh di masa mendatang untuk mengabdi yang tanpa pamrih bagi kemajuan pendidikan Aceh. “Dengan penghargaan ini, kita berharap keinginan Pak Gubernur menjadikan Aceh Carong akan segera terwujud,” katanya.

Pada malam resepsi Hari Guru tampak hadir Staf Ahli Gubernur Aceh, T Syakur, para ketua asosiasi profesi guru, kepala sekolah dan sejumlah pejabat Dinas Pendidikan, pejabat Kanwil Kementerian Agama Aceh.

1. Guru Mud
Lahir di Simpang Tiga, Pidie tahun 1916, memulai berkarier sebagai guru SDN 2 Bireuen, kemudian menjadi kepala SDN 1 Bireuen, penilik sekolah se Aceh Utara, dan ketika sekolah dibakar OTK semasa DI/TII, Guru Mud sempat menjadikan kolong rumah Aceh miliknya sebagai temppat belajar bagi peserta didik tingkat SD di wilayahnya

2. Drs Abdul Hajad
lahir di Banda Aceh 19 Maret 1936, memulai karis sebagai guru SDN 1 Banda Aceh kemudian menjadi kepala SDN 2 Banda Aceh, Dosen FKIP Unsyiah jurusan Biologi, guru teladan nasional 1973, komponis dan ahli musik.

3. H Ismail Fakri
Lahir Nagan Raya (1928) Guru PGAN Banda Aceh dan kepala PGAN 1968-1975), pengawas (1976-1977) Kakan Kemenag Aceh Barat perdana 1977-1978, dan pendiri asrama putri MAPK MAN Meulaboh.

4. Prof Budiman Sulaiman
Guru SD dan penulis kamus Bahasa Indonesia.

5. Jauhari Ishak
Lahir Aceh Selatan 1 Juli 1947, memulai karier sebagai guru SMPN 1 Banda Aceh, kepala SMPN 3 Banda Aceh, kepala SMP Lhoknga, kepala SMPN Insyafuddin, Humas Kanwil Depdikbud Aceh dan pengarang buku pelajaran Bahasa Aceh. (sir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved