Jerusalem Tetap Bermasalah, Pengakuan AS tidak Sah

AS diperkirakan akan memveto pemungutan suara Dewan Keamanan mengenai sebuah rancangan resolusi Mesir tentang status Jerusalem

Jerusalem Tetap Bermasalah, Pengakuan AS tidak Sah
AFP
Peta Yerusalem 

AFP/KENA BETANCUR

Kondisi ruang sidang Dewan Keamanan PBB, membahas status Jerusalem di markas PBB, New York, AS, Senin (18/12).

"Jika resolusi tersebut diveto, delegasi Palestina dapat mengirim surat ke Sekretaris Jenderal PBB dan memintanya untuk  menggelar sidang darurat."

-- Riyadh Mansour --

Dubes Palestina untuk PBB

DUBAI - Pemerintah Palestina menegaskan status Jerusalem masih bermasalah dan keputusan yang dibuat Presiden AS, Donald Trump sebagai Ibukota Israel tidak sah.

Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar sidang untuk membahas Jerusalem yang telah mendapat kecaman dari berbagai belahan dunia.

Dilaporkan, Palestina akan mengajukan gugatan ke Majelis Umum PBB, jika Washington memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menegaskan kembali status Yerusalem sebagai keputusan yang belum terselesaikan.

Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa Palestina mengangkat pilihan ini dalam sambutan yang dipublikasikan di Arab News, Arab Saudi pada Senin (18/12/2017).

Pemungutan suara Dewan Keamanan mengenai sebuah rancangan resolusi Mesir tentang status Jerusalem yang diperkirakan akan diveo Amerika Serikat dilaksanakan pada Selasa (19/12/2017) dinihari.

Rancangan tersebut menyebutkan keputusan dan tindakan yang dimaksudkan untuk mengubah karakter, status atau komposisi demografis Kota Suci Yerusalem tidak berdasakan hukum, tidak berlaku dan dibatalkan serta harus dibatalkan.

Halaman
123
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved