KIP Gelar Uji Publik Wacana Pemekaran Dapil

KIP Aceh Timur menggelar rapat kerja dengan perwakilan Pemkab Aceh Timur, unsur pimpinan Parpol, Ormas

KIP Gelar Uji Publik Wacana Pemekaran Dapil
KOMISIONER KIP Aceh, Junaidi didampingi Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi memperlihatkan kartu dan KTP pengurus Partai SIRA saat melakukan verifikasi faktual di kantor DPP partai itu, Banda Aceh, Senin (18/12). 

IDI - KIP Aceh Timur menggelar rapat kerja dengan perwakilan Pemkab Aceh Timur, unsur pimpinan Parpol, Ormas, LSM, dan Panwaslu Kabupaten terkait pendataan daerah pemilihan dan simulasi perhitungan alokasi kursi di Hotel Royal Idi, Aceh Timur, Senin (18/12).

Ketua KIP Aceh Timur Iskandar A Gani mengatakan, raker terkait pendataan daerah pemilihan dan simulasi perhitungan alokasi kurs ini merupakan tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pemilu 2019 sesuai dengan amanah UU Nomor 7 tahun 2017 dan PKPU Nomor 7 Tahun 2017. “Sebelum pemekaran daerah pemilihan (Dapil), makanya kita gelar uji publik melalui rapat koordinasi dengan stake holders terkait,” ungkap Iskandar.

Saat ini, jelas Iskandar, Aceh Timur terdiri atas 5 Dapil. Oleh karena itu, proses pemekaran Dapil ini harus memperhatikan 7 prinsip sesuai Pasal 185 UU Nomor 7 Tahun 2017 yaitu, kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integritas wilayah, berada pada cakupan wilayah yang sama (coterminous), kohesivitas, dan kesinambungan.

“Makanya melalui rapat ini kita tampung dulu aspirasi para stake holders terkait untuk kita lakukan langkah-langkah selanjutnya terkait wacana pemekaran daerah pemilihan (Dapil) di Aceh Timur,” ungkap Iskandar.

Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra DPC Atim Zulkifli Iba alias Tuan Paw mengusulkan agar Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Peureulak Timur, yang masuk ke Dapil 4, digabungkan ke Dapil 5. Pasalnya, Dapil 5 yang terdiri atas 5 kecamatan yaitu Kecamatan Serba Jadi, Peunaron, Birem Bayeun, Ranto Seulamat, dan Simpang Jernih, hanya memiliki 6 kursi di DPRK.

Sedangkan Dapil 4 yang juga terdiri atas 5 kecamatan yaitu Kecamatan Ranto Peureulak, Peureulak Barat, Peureulak Kota, Peureulak Timur, dan Sungai Raya, memiliki 11 kursi di DPRK.

“Dulu Sungai Raya masih tergabung ke Kecamatan Ranto Seulamat, termasuk ke Dapil 5. Tapi setelah Sungai Raya menjadi kecamatan masuk ke Dapil 4. Oleh karena itu, Sungai Raya dan Peureulak Timur kita usul dimasukkan ke Dapil 5 agar perwakilan DPRK dari Dapil 5 maksimal, sehingga kesejahteraan masyarakat yang minim tersentuh pembangunan ini dapat diperjuangkan,” harap Zulkifli Iba.

Usulan ini, ungkap Zulkifli Iba, murni untuk kepentingan masyarakat. Pasalnya, gampong-gampong di Dapil 5 masih banyak terisolir seperti di Kecamatan Simpang Jernih, Serba Jadi, dan Peunaron, sementara di DPRK hanya 6 kursi. .

“Sementara, Dapil 4 selain banyak jumlah penduduk, dekat dengan ibu kota Aceh Timur, fasilitas umum sudah memadai, memiliki 11 kursi di DPRK. Hal ini tentu tidak adil. Makanya harus ada kecamatan yang digabungkan ke Dapil 5 agar DPRK dari daerah ini maksimal memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” harap Tuan Paw. (c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved