Problematika Sosioreligi Harus Direspons Cepat

Problematika sosioreligi secara masif fenomenal baik persoalan internasional, nasional maupun

Problematika Sosioreligi Harus Direspons Cepat

BANDA ACEH - Problematika sosioreligi secara masif fenomenal baik persoalan internasional, nasional maupun lokal telah memunculkan reaksi dan keresahan di tengah umat, tak terkecuali di Aceh. “Berbagai problematika itu harus direspons cepat oleh pemimpin agar umat mendapatkan panduan dan arah yang jelas untuk bersikap,” kata Wakil Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Syamsul Rijal menanggapi berbagai problematika yang sedang dihadapi umat akhir-akhir ini.

Syamsul Rijal mencontohkan problematika internasional yang secara nyata telah menyulut kemarahan umat yaitu pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. “Reaksi pemerintah Indonesia dan masyarakatnya sudah cukup jelas, menentang pengakuan Trump,” kata Profesor Syamsul Rijal.

Di tengah semakin memuncaknya aksi dan penentangan terhadap pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, muncul juga problematika lain berskala nasional yaitu putusan MK menolak kriminalisasi LGBT. Juga tak kalah hebatnya problematika lokal (Aceh), misalnya garam lokal bernajis dan pesta waria di salah satu hotel.

“Berbagai problematika itu harus direspons cepat oleh pemimpin negeri ini, tidak bijak dibiarkan menjadi wacana di tengah-tengah kehidupan sosio-religi warga karena akan berdampak ketidaknyamanan komunitas antarwarga itu sendiri,” ujar Syamsul Rijal.

Khusus yang terkait problematika berskala lokal (Aceh), Syamsul berharap ada kebijakan cepat dan tepat agar keresahan umat tidak berlanjut apalagi sampai turun ke jalan dengan aksi anarkis karena umat gagal mengelola emosi akibat gerah dengan lambatnya pemimpin merespons.

Secara khusus Syamsul mengatakan problematika kehidupan umat dari berbagai sudut pandang tidak bijak memberikan kesan pembiaran karena itu diperlukan quick-respons sehingga kehadiran negara dalam kehidupan umat itu dapat dirasakan oleh masyarakat. “Diperlukan sentuhan kreatif yang berwenang dalam bidangnya memberikan advokasi serta menentukan kebijakan solutif menuju pemenuhan kebutuhan hidup umat teratasi dengan cepat,” demikian Syamsul Rijal.(nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved