Trump Klaim Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel, Dosen Malaysia ini Sebut Akhir Zaman Sudah Dekat

Dia menilai 'penaklukan' Yerusalem oleh Israel membuktikan bahwa zaman ini sudah berada di pengujungnya.

Trump Klaim Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel, Dosen Malaysia ini Sebut Akhir Zaman Sudah Dekat
(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Ribuan orang dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Jawa Barat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Selamatkan Al-Aqsha (AMSA) mengikuti aksi Selamatkan Al-Aqsha di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (15/12/2017). Dalam aksinya, mereka mendeklarasikan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina dan menolak dengan tegas klaim Presiden AS, Donald Trump yang menyatakan Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel. 

SERAMBINEWS.COM - Klaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggambarkan dunia berada di ambang akhir zaman.

Hal tersebut disampaikan oleh dosen senior di Departemen Syariah Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Datuk Dr Mohd Izhar Ariff Mohd Kashim.

Dia menilai 'penaklukan' Yerusalem oleh Israel membuktikan bahwa zaman ini sudah berada di pengujungnya.

(Baca: Bertemu dan Foto Bareng Ustaz Felix Siauw, Ternyata Syahrini Sempat Diskusi dan Tanya Soal Ini)

(Baca: KLB Difteri Makin Parah, Aceh Nomor Dua Secara Nasional, Ini Jumlah Pasien Dirawat di RSUZA)

"Bukti utamanya ialah umat Islam begitu lemah sekali, meskipun ramai bagai buih di lautan tetapi tidak berdaya mempertahankan sebuah negara kecil seperti Palestina," ujarnya seperti dikutip dari Sinar Harian, Selasa (19/12/2017).

"Lihatlah sebuah negara kerdil seperti Palestina tidak dapat dilindungi dari cengkeraman Trump, Zionis dan Israel," lanjutnya.

Bahkan, menurut dia, dalil kedua yang memaparkan kita sedang berhadapan dengan pertanda akhir zaman ialah umat Islam berjuang sendiri-sendiri.

"Tiada lagi persatuan dalam memperjuangkan agama Islam, ini agama ALLAH."


Terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12/2017).
Terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12/2017). (KOMPAS.com/Garry Andrew Lotulung)

"Buktinya, konflik yang berlaku di Suriah, Yaman dan Libya jelas menunjukkan orang Islam tidak kuat," jelasnya.

Mohd Izhar Ariff berkata, Al Quran menyebut kekuatan kamu akan hilang apabila perselisihan menyelubungi umat Islam.

"Penyebab Palestina menjadi benda mainan, isu itu dianggap enteng oleh umat Islam sehingga bisa lolos ke Israel dan Trump."

"Sepatutnya pemimpin-pemimpin negara Islam seluruh dunia, bukan saja Malaysia, menyuarakan kelantangan dan ketidakpuasan hati terhadap tindakan yang dinilai sangat zalim dan tidak adil."

Bukan itu saja, menurutnya, umat Muslim di seluruh dunia diminta menolak demonstrasi di situs sosial anti-Israel dan mereka seharusnya tidak mengambil hak-hak orang Palestina.

(Baca: Tolak Pengakuan Donald Trump Terhadap Yerusalem, Majelis Umum PBB akan Gelar Pemungutan Suara)

Editor: faisal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved