Puluhan Pemuda dan Mahasiswa Aceh Tenggara Demo Kejari, Minta SPBU di Lawe Kihing Ditutup

Para pemuda dan mahasiswa meminta penyidikan kasus dugaan pencemaran lingkungan tersebut dilakukan dengan transparan.

Puluhan Pemuda dan Mahasiswa Aceh Tenggara Demo Kejari, Minta SPBU di Lawe Kihing Ditutup
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Puluhan pemud dan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Aceh Tenggara (AMPAT), berunjuk rasa meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara mengusut tuntas kasus pencemaran lingkungan SPBU Lawe Kihing, Kamis (21/12/2017). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Puluhan mahasiswa dan pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Aceh Tenggara (AMPAT), melakukan demonstrasi di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara, Kamis (21/12/2017).

Mereka mengusung sejumlah poster, antara lain berisi permintaan agar Kejari mengembalikan berkas hasil penyelidikan terhadap kasus pencemaran lingkungan SPBU Lawe Kihing.

Para pemuda dan mahasiswa itu juga meminta SPBU Lawe Kihing ditutup dan dicabut amdalnya.

(Baca: Penghulu Kute di Aceh Tenggara Adu Jotos dengan Petani, Ada Pisau Begini Kondisi Keduanya)

(Baca: Tragis! Warga Aceh Tenggara Tewas Terpanggang Saat Api Membakar Rumahnya)

(Baca: Tulah Desa dan Mukim Mengendap di BPKKD Aceh Tenggara Rp 7,4 Miliar)

Massa juga meminta penyidikan kasus dugaan pencemaran lingkungan tersebut dilakukan dengan transparan.

"Kami minta kasus pencemaran lingkungan SPBU Lawe Kihing diusut tuntas. Kami menduga adanya permainan dalam penentuan tersangka," kata seorang orator, Eko Prasetyo dalam aksi tersebut.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved