PBB Tolak Klaim Amerika Serikat Terkait Yerusalem - Palestina Sambut Kemenangan, Israel Murka

Para pemimpin Palestina mengatakan bahwa hasil voting Majelis Umum PBB adalah kemenangan bagi mereka.

PBB Tolak Klaim Amerika Serikat Terkait Yerusalem - Palestina Sambut Kemenangan, Israel Murka
Anadolu Agency/Salih Zeki Fazl?o?lu
Umat Muslim berdoa di Kompleks Masjid al-Aqsa setelah pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Presiden Donald Trump pada 8 Desember 2017, di Yerusalem. 

SERAMBINEWS.COM - Sebagian besar negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan pengakuan Presiden Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel 'batal dan tidak sah'.

Dilansir Aljazeera, Jumat (22/12/2017), Palestina menyampaikan terimakasih kepada negara-negara yang mendukungnya.

Para pemimpin Palestina mengatakan bahwa hasil voting Majelis Umum PBB adalah kemenangan bagi mereka.

"Keputusan ini menegaskan kembali sekali lagi bahwa Palestina mendapat dukungan dari masyarakat internasional, dan tidak ada keputusan yang dibuat oleh pihak manapun dapat mengubah kenyataan, bahwa Yerusalem adalah wilayah yang diduduki Palestina berdasarkan hukum internasional," Nabil Abu Rudeina, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

(Baca: FIFA Rilis Peringkat Terbaru Tim Nasional Desember 2017, Indonesia Terjun Bebas di Urutan Ini)

(Baca: Perang di Yaman Tak Hanya Membunuh Puluhan Ribu Jiwa, Wabah Kolera Juga Serang Hampir 1 Juta Orang)

(Baca: Hasil Voting Majelis Umum PBB, 128 Negara Tolak Keputusan AS yang Mengakui Yerusalem Ibu Kota Israel)

Saeb Erekat, kepala negosiator Palestina, mengutuk keputusan Washington namun mengatakan bahwa pemungutan suara PBB menunjukkan penghormatan terhadap peraturan undang-undang.

"Ini adalah hari yang memalukan bagi mereka yang berdiri bahu membahu melawan hukum internasional," katanya.

"Kami sangat menghargai bahwa mayoritas masyarakat internasional memutuskan, terlepas dari ancaman dan intimidasi AS, untuk berdiri tegak dengan kebijaksanaan, pandangan jauh ke depan, hukum internasional dan peraturan hukum, dan bukan peraturan dari rimba," imbuhnya.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved