Pemuda Palestina Meninggal Dunia Ditembak Polisi Israel, Korban Jiwa Jadi 9 Orang dalam Sepekan

Dia meninggal dunia ketika terjadi bentrokan dengan polisi perbatasan di timur Jabalia, kawasan utara Gaza

Pemuda Palestina Meninggal Dunia Ditembak Polisi Israel, Korban Jiwa Jadi 9 Orang dalam Sepekan
(Menahem Kahana/AFP)
Seorang warga Palestina terlibat bentrok dengan polisi Israel di situs Kota Tua Yerusalem Jumat (22/12/2017). Protes Jumat merupakan rangkaian aksi Hari Kemurkaan pasca-pengakuan Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. 

SERAMBINEWS.COM, GAZA CITY - Jumlah korban meninggal dunia kerusuhan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel kembali bertambah menjadi sembilan orang.

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza melaporkan adanya pemuda Palestina yang meninggal akibat tertembus timah panas polisi Israel.

Pemuda 24 tahun tersebut bernama Zakaria al-Kafarneh.

Dia meninggal dunia ketika terjadi bentrokan dengan polisi perbatasan di timur Jabalia, kawasan utara Gaza, Jumat (22/12/2017).

"Zakaria meninggal setelah dadanya ditembak polisi Israel menggunakan peluru tajam," ujar jurubicara kementerian kesehatan seperti dikutip AFP.

(Baca: Polres Gayo Lues Siapkan Dua Pos Pelayanan Dalam Rangka Menyambut Tahun Baru)

(Baca: Awal 2018 BKSDA Pasang GPS Collar pada Gajah Liar di Aceh Timur, Ini Tujuannya)

Polisi perbatasan dan pasukan pertahanan (IDF) juga menembakkan peluru tajam ke kerumunan demonstran Palestina.

Tercatat, enam pengunjuk rasa Palestina mengalami luka akibat peluru tajam, dengan satu orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

(Baca: Tim Arung Jeram Aceh Sabet Dua Medali di Jawa Timur)

(Baca: Truk Pengangkut Aspal Terjun ke Jurang Sedalam 20 Meter di Kawasan Objek Wisata Genting)

Dari sembilan orang korban, tujuh di antaranya meninggal dunia dalam bentrokan melawan aparat Israel baik di Gaza, Yerusalem, maupun Tepi Barat.

Sedangkan dua korban merupakan pejuang Hamas yang terkena serangan udara militer Israel di Gaza.

Demonstrasi yang terjadi Jumat merupakan rangkaian dari Hari Kemurkaan pasca-Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berencana memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem (6/12/2017). (AFP)

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved