Kupi Beungoh

13 Tahun Tsunami Aceh – Mengenang Muharram M. Nur, Penyambung Hati Nurani Rakyat

Beliau selalu berusaha secara tulus untuk merintis adanya ‘jembatan perdamaian” yang berkeadilan bagi rakyat Aceh secara abadi.

13 Tahun Tsunami Aceh – Mengenang Muharram M. Nur, Penyambung Hati Nurani Rakyat
IST
Aiyub Syah 

Hingga kini, jurnalis yang memiliki roh jurnalisme selaku penyambung hati nurani rakyat itu tak mudah didapatkan.

Nah  Bang Muharram Muhammad Nur, tokoh penting pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh, termasuk jurnalis yang mampu berperan sebagai penyambung hati nurani rakyat.

Melalui berbagai daya upayanya yang bekerja secara ulet, dan secara profesional, serta kosmopolit, Muharram M Nur dengan segala nilai idealismenya yang tinggi, telah berhasil menghadirkan sejumlah harapan dan cita-cita rakyat Aceh yang rindu damai secara berkeadilan.

Hal itu diwujudkan melalui sebagian besar karya jurnalistiknya yang termuat di Tabloid Kontras khususnya, ataupun yang terkonvergensi secara integral melalui media Harian Serambi Indonesia, hingga berbahasa Inggris The Jakarta Post dan Kantor Berita Amerika Serikat, Associated Press (AP).

Muharram M Nur -dengan segala nilai plus minusnya sebagai hamba Allah SWT- telah berupaya memperkuat peran masyarakat sipil dalam mendukung penegakan hak asasi manusia, nilai-nilai demokrasi, konservasi lingkungan, dan pelestarian terhadap nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Aceh.

 Sebagai masyarakat yang selalu berpedoman pada nilai-nilai Alquran dan Hadis Nabi Muhammad Saw.

Dalam sebuah ‘Forum Dialog Perdamaian Aceh’ di Banda Aceh, ketika Aceh masih dilanda konflik, Bang Muharram yang menjadi salah satu pemateri berujar:

“Kekuatan masyarakat sipil  yang bersatu dengan kokoh, berjiwa pro-demokrasi, peduli hak asasi manusia, dan terorganisir dengan baik, akan menjadi suatu kekuatan yang sangat kuat dalam memperjuangkan aspirasi rakyat Aceh di masa depan.”

Pandangan tajam Bang Muharram ini, menunjukkan bahwa beliau sangat menaruh harapan besar, agar  kekuatan masyarakat sipil Aceh yang lebih kosmopolit dapat bangkit secara berkelanjutan, memperjuangkan aspirasi rakyat Aceh.

(Baca: Ditolak di Hongkong, Ustaz Abdul Somad Isi Tausiyah Peringatan 13 Tahun Tsunami di Banda Aceh)

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved