Berizikir di Kuburan Massal Pulau Baguk

SEMENTARA itu peringatan 13 tahun tsunami juga dilakukan di kuburan massal Pulau Baguk, Kabupaten Aceh Singkil

Berizikir di Kuburan Massal Pulau Baguk
RIBUAN masyarakat ikut zikir dan doa peringatan 13 tahun tsunami Aceh di Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh yang digelar Pemkab setempat, Selasa (26/12). 

SEMENTARA itu peringatan 13 tahun tsunami juga dilakukan di kuburan massal Pulau Baguk, Kabupaten Aceh Singkil kemarin. Kegiatan tersebut diisi dengan zikir dan doa yang dihadiri unsur Muspika. Sebelumnya, selama dua pekan pemuda dan pemudi Pulau Baguk melakukan pembersihan di kuburan massal korban tsunami tersebut.

“Saat ini belum ada apa pun monumen atau tanda di lokasi kuburan massal di Pulau Baguk,” kata Novri, koordinator acara Pemuda Peduli Lingkungan Pulau Baguk. Lokasi kuburan massal ini tampak tidak terawat. Semak belukar dibiarkan menjulang tinggi. Bahkan banyak yang tidak mengetahui, lantaran tidak ada penanda bahwa di lokasi itu tempat peristirahatan terakhir para syuhada tsunami. Ia berharap Pemkab Aceh Singkil dapat membangun monumen sebagai pertanda adanya kuburan massal korban tsunami di Pulau Baguk.

“Ke depan kita meminta pemerintah dapat memfasilitasi pembangunan monumen serta pagar di lokasi kuburan massal ini,” kata Novri. Menurutnya ada 93 jenazah yang dikebumikan di Pulau Baguk. Berdasarkan identitas yang ditemukan warga, jenazah itu merupakan korban tsunami asal Aceh Barat yang terdampar di sekitar Pulau Banyak setelah terombang ambing di lautan.

“Warga mengetahui dari identitas yang ditemukan di tubuh jenazah,” tambah Afriadi, penduduk Pulau Banyak. Kepala Desa Pulau Baguk, Hardi berharap peringatan bencana gempa dan tsunami dapat terus dilakukan di kuburan massal di daerah itu. “Kami sampaikan terima kasih kepada pemuda dan pemudi serta masyarakat yang peduli,” ujarnya.(de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved