BKSDA: Gajah Mati Diduga Karena Racun

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengatakan gajah betina

BKSDA: Gajah Mati Diduga Karena Racun
Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Aceh Timur, melakukan identifikasi terhadap bangkai gajah betina yang ditemukan mati dalam kawasan perkebunan sawit PT Dwi Kencana Semesta (DKS) di Gampong Seunebok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, Jumat (23/12). 

IDI - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengatakan gajah betina yang ditemukan mati di areal kebun sawit PT Dwi Kencana Semesta (DKS) di Gampong Seunebok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, Minggu (18/12) lalu, diduga mati akibat keracunan.

“Dilihat dari kondisi fisik bangkainya, gajah itu mati karena keracunan. Namun, apakah sengaja diracun atau tidak, kami belum tahu,” ungkap Sapto.

Dugaan gajah ini mati karena keracunan, ungkap Sapto, diperkuat oleh keterangan saksi, yaitu sejumlah warga yang mengaku melihat ada gajah yang memakan pupuk kimia di kebun warga. “Namun, apakah gajah yang mati ini yang memakan pupuk tersebut atau bukan, kami belum dapat memastikannya,” jelas Sapto.

Untuk membuktikan penyebab kematian hewan dilindungi itu, BKSDA Aceh masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik di Medan. Hasil pemeriksaan ini diperkirakan baru bisa didapat satu hingga dua bulan ke depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, seekor gajah betina ditemukan mati dan sudah membusuk oleh tiga warga Gampong Julok Rayeuk Selatan, Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur, yang hendak memancing ikan di Afdeling VII --kawasan perkebunan sawit PT Dwi Kencana Semesta (DKS)-- di Gampong Seunebok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, Minggu (18/12) siang.

Ketiga warga tersebut kemudian melaporkannya kepada Keuchik Julok Rayeuk Selatan, Saifuddin. Kemudian, pada Rabu (20/12), ia pun mendatangi lokasi penemuan bangkai gajah itu, dan melaporkannya ke Polsek Banda Alam, Kamis (21/20).

Tim Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur, bersama Babinsa Koramil Banda Alam, petugas BKSDA Resort Langsa, LSM WCS (World Conservacy Society), dan Kelompok Swadaya Masyakarat (KSM), pun melakukan identifikasi awal terhadap bangkai hewan dilindungi itu pada Jumat (22/12).

“Berdasarkan catatan kami, penemuan gajah mati di areal PT DKS ini merupakan yang kedua di tahun 2017. Saya sudah berkoordinasi dengan Polres dan Polda Aceh agar ada penindakan hukum terhadap PT DKS,” ungkap Sapto, Sabtu (23/12) lalu.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, Sabtu (23/12) juga mengungkapkan, sepanjang tahun ini sudah 12 ekor gajah yang mati di seluruh Aceh. Yaitu terdiri dari 11 ekor gajah liar, dan 1 gajah jinak. “Khusus di Aceh Timur, selama tahun 2017 sudah 6 ekor gajah yang ditemukan mati,” ungkapnya.

Sapto menyebutkan, pemerintah akan serius melakukan upaya-upaya mengatasi konflik gajah-manusia yang terjadi di seluruh Aceh. Beberapa langkah untuk mengatasi konflik gajah dengan manusia ini, untuk jangka pendek, pihaknya terus melakukan upaya pengusiran, dan melatih masyarakat untuk mengantisipasi gangguan gajah liar.

Sedangkan, untuk jangka menengahnya, pemerintah akan membuat barrier yang membatasi antara wilayah budidaya (kebun) kawasan hutan yang menjadi habitat gajah. Sedangkan untuk jangka panjang, akan ditetapkan kawasan perlindungan gajah.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved