Ini Penjelasan Polisi Terkait Kecelakaan yang Merenggut Nyawa Mahasiswi STISNU di Sibreh
Iptu Sandy menjelaskan mobil Honda Jazz yang dikemudikan oleh Ambia (24) warga Gampong Lamjruen, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar.
Penulis: Misran Asri | Editor: Zaenal
Laporan Misran Asri | Jantho
JANTHO, SERAMBINEWS.COM - Mobil Honda Jazz BL 1990 L yang menyambar sepeda motor Yamaha Mio Sporty BL 5537 JK yang dikendarai Miska 'Athira (19) melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Banda Aceh menuju Medan, Jumat (29/12/2017) sekitar pukul 11.15 WIB.
Akibatnya mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Aceh itu meninggal dunia di lokasi kejadian.
Hal tersebut disampaikan Kasat Lantas Iptu Sandy Titah Nugraha SIK.
Iptu Sandy menjelaskan mobil Honda Jazz yang dikemudikan oleh Ambia (24) warga Gampong Lamjruen, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar.
"Diduga sepeda motor Yamaha Mio Sporty menyeberang jalan secara tiba-tiba tanpa memperhatikan arus lalu lintas di sekitarnya, sehingga langsung bertabrakan dengan mobil Honda Jazz yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Banda Aceh menuju Medan," pungkas Kasat Lantas Aceh Besar.
(Baca: BREAKING NEWS – Mahasiswi STISNU Aceh Besar Meninggal Dunia Kecelakaan di Sibreh)
Sebelumnya Kabag Umum STISNU Aceh, Tgk Muslem Hamdani yang dihubungi Serambinews.com mengatakan, insiden kecelakaan yang merenggut nyawa mahasiswi STISNU itu terjadi sekira pukul 12.15 WIB.
Menurut Tgk Muslem, saat kejadian, Miska baru saja meninggalkan kampus STISNU di Kompleks Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Sibreh.
Dayah yang dipimpin oleh Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali ini berada sekitar 20 meter dari jalan raya Banda Aceh – Medan, Desa Dilib Bukti, Sibreh.
“Beberapa puluh meter dari gerbang dayah, saat hendak menyeberang di jalan raya, tiba-tiba disambar Honda Jazz yang melaju dalam kecepatan tinggi,” ungkap Tgk Muslem.
(Baca: BREAKING NEWS: Suami Istri Meninggal Kesetrum Arus Listrik Penghalau Tikus di Sawah)
Ia melanjutkan, sepeda motor Yamaha Mio yang ditumpangi Miska terlempar dan tersangkut di batang pohon yang berjarak sekitar lima meter dari lokasi kejadian.
Sementara korban terpelanting ke pinggir jalan. “Almarhumah meninggal di lokasi kejadian,” ujar Tgk Muslem sembari mendoakan almarhumah.
Beberapa saat setelah kejadian, almarhumah Miska Athira dibawa ke RS Satelit Indrapuri untuk otopsi.
Setelah Jumat, jenazah almarhumah telah dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Bayu, Kecamatan Darul Imarah Besar.
“Keluarga Besar STISNU Aceh juga sudah berangkat ke Bayu. Kita mendoakan semoga almarhumah menjadi ahli Surga, dan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tabah dan sabar menghadapi ujian ini,” ungkap Tgk Muslem Hamdani. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kecelakaan_20171229_151352.jpg)