Kupi Beungoh

Tiga Bulan Maulid Nabi, Peluang Menciptakan Citra Positif Raja-Raja Daerah

Seluruh komponen masyarakat harus memaafkan dan memaklumi kepala daerahnya apabila tidak dapat menghadiri undangan.

Tiga Bulan Maulid Nabi, Peluang Menciptakan Citra Positif Raja-Raja Daerah
IST
Fajar Riski 

Sikap yang demikian merupakan cerminan kerendahan hatinya. Di sela-sela padatnya tugas daerah, masih menyempatkan diri untuk bersilaturrahmi dan bercengkrama dengan masyarakat.

(Baca: Para Mantan Gubernur Aceh Bertemu Semeja di Jakarta, Hadiri Maulid, Mengenang Tsunami dan Malahayati)

Biasanya setiap kehadiran bupati/wali kota atau gubernur bukan untuk melayani masyarakat, namun sebagai raja yang dilayani semaksimal mungkin.

Berbeda halnya dengan segelintir orang yang mengambil kesempatan dalam perayaan Maulid Nabi.

Berhubung akan memasuki tahun politik, Maulid Nabi menjadi ajang kampanye-kampanye kecil.

Orang-orang ini disebut dengan nama calon legislatif (caleg). Pola pencitraannya yaitu dengan menonjolkan diri sebagai pelayan, inisiator, donator bahkan mereka mengambil alih kegiatan mulai dari persiapan hingga pelaksananan. Tujuannya mendapat citra positif dari masyarakat.

Meskipun pesta demokrasi akan dilangsungkan pada tahun mendatang, caleg sudah mulai gencar melakukan komunikasi persuasif.

Prinsipnya seperti “besok adalah hari pemilihan”.

Oleh karenanya momentum ini dijadikan sebagai media pencitraan.

(Baca: VIDEO - Keceriaan Lima Pemuda sebelum Mengalami Kecelakaan di Trienggadeng, Mereka Panitia Maulid)

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved