Penginapan di Sabang Penuh

Memasuki musim liburan tahun baru masehi, rata-rata penginapan di Sabang sudah penuh terisi

Penginapan di Sabang Penuh
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tanjung Burang dan KMP Papuyu melayani penyeberangan Ulee Lheue-Balohan, Jumat (29/12). Hari ini diperkirakan terjadi lonjakan wisatawan menuju ke Sabang. SERAMBI/M ANSHAR 

SABANG - Memasuki musim liburan tahun baru masehi, rata-rata penginapan di Sabang sudah penuh terisi. Jumlah wisatawan yang datang ke Sabang mulai meningkat sejak Jumat (29/12). Sedangkan untuk mobil dan sepeda motor rental, kini masih tersisa beberapa unit.

Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sabang, Ali Taufik kepada Serambi, Sabtu (30/12). Menurutnya, kini penginapan jenis hotel, resort, bungalow, wisma, maupun losmen sudah penuh. Rata-rata tamu memesan kamar jauh-jauh hari dan sebagian besar dari mereka mem-booking-nya hingga 5 Januari mendatang.

Sedangkan bagi wisatawan yang ingin berlibur ke Sabang namun belum mendapatkan kamar, menurut Ali, saat ini yang tersisa hanya kamar jenis homestay yang tersebar di sejumlah lokasi objek wisata. “Penginapan kelas atas seperti hotel dan bungalow sudah penuh. Hanya di homestay yang masih ada sekitar seratusan kamar lagi,” ujarnya.

Di Sabang, sebut Ali, terdapat sekitar 1.100 kamar untuk semua jenis penginapan yang berada di pusat kota dan kawasan objek wisata seperti Iboih, Gapang, Sumur Tiga, dan Anoe Itam. Tapi, karena wisatawannya sangat banyak, sehingga semua kamar sudah penuh.

Ali menambahkan, saat ini objek wisata laut seperti Iboih, gapang, Tugu Nol, dan Gua Sarang dipadati wisatawan. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, menurutnya, Pemko Sabang bersama para pengelola objek wisata sudah menyiagakan relawan dari kelompok sadar wisata di semua tempat. Mereka berperan memberi pertolongan awal jika ada kecelakaan sambil berkoordinasi dengan SAR dan BPPD Sabang untuk penanganan lebih lanjut.

Amatan Serambi di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, kemarin, ribuan wisatawan sejak pagi antre untuk bisa masuk ke kapal penyeberangan, baik kapal cepat maupun kapal lambat. Pelayaran dilayani oleh empat kapal cepat dan dua kapal lambat yaitu KMP BRR dan KMP Tanjung Burang, dimana masing-masing kapal berlayar dua trip.

Memanfaatkan momentum liburan tahun baru, PT Pos Indonesia bekerja sama dengan Pemko Sabang membuka pos pembuatan prangko di Tugu Nol Kilometer Sabang pada 1-2 Januari 2018.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sabang, Ali Taufik mengatakan, wisatawan dapat berfoto seorang diri atau bersama pasangan dan keluarga dengan latar belakang tugu nol. Kemudian, foto itu dicetak menjadi prangko oleh PT Pos Indonesia yang dapat digunakan untuk mengirim surat hingga ke luar negeri.

“Biaya cetak prangko dengan foto pribadi itu Rp 40 ribu, dimana pemiliknya mendapatkan delapan lembar prangko. Jadi, nanti saat mengirim surat bisa pakai prangko dengan foto sendiri,” ujar Taufik. Program itu, tambahnya, dalam rangka memperkenalkan tugu nol kepada dunia. Sehingga ke depan akan lebih ramai yang berwisata ke Sabang.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved