RSUZA Sukses Operasi Ibu Hamil di Luar Rahim

Tim bedah kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh berhasil mengoperasi

RSUZA Sukses Operasi Ibu Hamil di Luar Rahim
TIM dokter berhasil melakukan persalinan secara sesar terhadap Nurul Aini, korban gempa asal Ulee Gle, Pidie Jaya di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Sabtu (10/12). Nurul Aini melahirkan bayi kembar dua berjenis kelamin laki-laki. 

BANDA ACEH - Tim bedah kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh berhasil mengoperasi AS (36), perempuan asal Langsa yang mengalami kehamilan di luar rahim, tepatnya dalam rongga perut. Operasi tersebut berlangsung di rumah sakit tersebut, Kamis (28/12).

Ketua Tim Operasi, Dr dr Mohd Andalas SpOG kepada Serambi, Jumat (29/12), mengatakan, kehamilan seperti itu dikategorikan abdominal atau ektopik yang memiliki risiko kematian sangat tinggi. Menurutnya, kehamilan di luar rahim merupakan kasus langka yang harus ditangani intensif menggunakan peralatan lengkap dan dokter ahli yang berpengalaman. “Kehamilan seperti ini bisa membuat si ibu mengalami pendarahan hebat dan bahkan meninggal dunia,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Andalas, janin AS yang berusia sekitar 4 bulan itu harus diangkat agar tidak semakin lengket pada organ di sekitar rahim termasuk usus. “Janin pasien ini sudah meninggal dan pembuluh darahnya banyak yang mati, sehingga pembedahan tak terlalu repot,” katanya seraya menyebutkan kasus itu merupakan yang kedua di RSUZA selama tahun 2017.

Ditambahkan, tim dokter berhasil mengangkat mayat janin dan mengatasi pendarahan pada ibunya. Menurut Andalas, kondisi AS kini berangsur membaik. “Kalau empat hari ke depan tidak ada masalah, kami bisa bilang kondisinya stabil dan bisa dibawa pulang,” jelas Kepala bagian Obgin RSUZA itu.

Terkait asal mula kasus tersebut, Andalas mengatakan, infeksi panggul dan saluran reproduksi menjadi penyebab utamanya. Disebutkan, infeksi itu mengakibatkan hasil pembuahan yang sebelumnya di tuba falopi ke luar dari jalur dan berkembang di rongga perut. “Biasanya dapat dideteksi sejak dua bulan kehamilan, karena makin tua usia janin si ibu akan makin sakit,” katanya.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved