Mitos Seputar Kehamilan, Makan Dua Kali Lebih Banyak Hingga Dilarang Naik Pesawat

Intinya, diet makanan sehat biasa -yang tentunya tidak bertujuan menurunkan berat badan- akan menguntungkan ibu dan bayi.

Mitos Seputar Kehamilan, Makan Dua Kali Lebih Banyak Hingga Dilarang Naik Pesawat
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

Dan memang, ketika dibandingkan data pramugari dengan data guru pada 2015, jumlah guru yang keguguran ternyata lebih banyak.

Ketika peneliti mengumpulkan data dua juta penerbangan yang ditempuh 673 pramugari dan mendalami pola jadwal kerjanya, mereka menemukan bahwa pramugari yang jam tidurnya kerap terganggu atau berubah, punya risiko keguguran lebih tinggi dibandingkan yang memiliki jadwal kerja lebih teratur.

Jadi, ternyata bukan aktivitas terbangnya sendiri yang jadi masalah, tetapi gangguan terhadap siklus alami tubuh yang menimbulkan gangguan pada kehamilan.

Dan tentu, mayoritas perempuan tidak terbang sesering para pramugari. Alhasil, naik pesawat dan terbang adalah hal yang aman dilakukan oleh semua orang, termasuk ibu hamil.

Meskipun begitu, pada 2002, Asosiasi Dokter Kandungan Amerika mengatakan bahwa perempuan hamil yang memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes, disarankan untuk menemui dokter sebelum terbang.

Jika diperbolehkan terbang, mereka juga diminta untuk berjalan secara teratur di pesawat dan rajin minum air untuk mengurasi risiko kerusakan trombosis atau pembekuan darah atau pembuluh darah tersumbat.

Namun, sekali lagi asosiasi menegaskan bahwa tidak ada bukti bahwa terbang bisa mengakibatkan keguguran atau kelahiran prematur.

Kesimpulannya, beberapa nasihat yang kerap didengar perempuan saat mereka hamil ternyata tidak benar, tidak punya bukti ilmiah.

Jadi, jika Anda hamil, akan lebih baik jika Anda tidak makan berlebihan. Silakan terbang, jika perlu, tanpa berpikir bahwa Anda akan tiba-tiba keguguran, dan harus selalu ingat, setelah melahirkan belum tentu nyeri haid Anda akan hilang.

Artikel ini telah ditayangkan pada BBC Indonesia dengan judul : Mitos-mitos kehamilan: Dari makan banyak hingga larangan terbang

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved