Breaking News:

Kematian 14 Anak Diduga Terkait Vaksin DBD, Pemerintah Filipina Lakukan Penyelidikan

Lebih dari 800.000 anak sekolah telah menerima vaksin tersebut pada tahun lalu

Editor: Faisal Zamzami
(TED ALJIBE / AFP)
Warga Filipina melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Departemen Kesehatan di Manila, Selasa (5/12/2017). 

SERAMBINEWS.COM, MANILA - Pemerintah Filipina tengah menyelidiki kasus kematian 14 anak yang diduga memiliki keterkaitan dengan vaksin demam berdarah.

Vaksin demam berdarah yang disebut Dengvaxia tersebut sempat diberikan pada anak-anak Filipina dengan cara imunisasi massal.

Lebih dari 800.000 anak sekolah telah menerima vaksin tersebut pada tahun lalu.

Namun kemudian, Sanofi, produsen vaksin yang berpusat di Perancis, mengeluarkan pengumuman bahwa pemberian vaksin tersebut dapat memperburuk gejala pada orang yang belum pernah terinfeksi.

(Baca: China akan Buat Hutan Baru Seluas Irlandia, Apa Alasannya?)

(Baca: Besok, Listrik Padam Empat Jam di Abdya, Ini Penjelasan PLN)

Bersamaan dengan pengumuman tersebut, muncul kabar 14 anak yang mendapat suntikan vaksin Dengvaxia meninggal dunia.

Meski belum ada bukti langsung yang mengarahkan vaksin sebagai penyebab kematian.

Pemerintah Filipina lantas memutuskan menghentikan distribusi dan penjualan vaksin Dengvaxia di masyarakat sejak Desember 2017.

Pemerintah juga menuntut pertanggungjawaban Sanofi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved