Kapolda Jabar Sebut Anak dalam Video Mesum Menolak hingga Menangis Saat Perekaman

Setiap adegan, diarahkan tersangka F. Bahkan, untuk memuluskan pembuatan video, tersangka F meminta tersangka S

Kapolda Jabar Sebut Anak dalam Video Mesum Menolak hingga Menangis Saat Perekaman
(KOMPAS.com/AGIE PERMADI)
Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto tengah merilis penangkapan 6 pelaku pembuatan video mesum yang melibatkan anak di bawah umur, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Senin (8/1/2018). 

SERAMBINEWS.COM - Polda Jawa Barat menangkap F, sutradara video mesum yang melibatkan anak kecil di Kota Bandung. Ia ditangkap beserta lima tersangka lain yang merupakan pemain, perekrut, dan orangtua anak.

Ada tiga anak yang dilibatkan tersangka dalam video berdurasi satu jam itu. Mereka adalah Dn (9), SP (11), dan RD (9). Ketiga anak ini direkrut dua wanita pemeran dalam video itu dengan meminta izin kepada orangtuanya.

Baca: Terungkap Fakta Terbaru, Polisi Yakin Video Mesum Anak Kecil dan Wanita Dewasa Dilakukan Tiga Hari

Pada saat pembuatan video, seorang anak menangis lantaran enggan melakukan tindakan tak terpuji itu. Mirisnya, orangtua korban menyuruh putranya memerankan video porno itu.

Setiap adegan, diarahkan tersangka F. Bahkan, untuk memuluskan pembuatan video,  tersangka F meminta tersangka S yang merupakan orangtua Dn mencari teman dekat Dn, yakni SP.

Tujuannya untuk menemani anak itu agar mau melanjutkan rekaman video tersebut. 

"Dalam konteks kasus ini, kami BAP, ada orangtua yang menyuruh putranya melakukan seperti itu, padahal putranya menolak, dipaksa, bahkan sampai menangis," kata Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (8/1/2018).

Baca: Tujuh Orang Jadi Tersangka Video Mesum Perempuan Dewasa dan Bocah di Bandung

Dari dua video mesum yang dibuat di dua hotel di Kota Bandung ini, tersangka F mendapatkan imbalan Rp 31 juta yang kemudian dibagikan kepada para pemeran, penghubung, dan anak-anak itu.

"Uang tersebut dibagikan kepada pemeran. Ada yang Rp 1,5 juta, Rp 800.000, dan anak-anak dikasih Rp 200.000-Rp 300.000," ucap Agung.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved