Breaking News:

Polisi Cokok Tabib Cabul

Personel opsnal Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh

Editor: bakri
M TAUFIQ, Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh 

* Usai ‘Gerayangi’ Mahasiswi

BANDA ACEH - Personel opsnal Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, Jumat (5/1) sekitar pukul 22.30 WIB, menangkap TM (57) warga sebuah gampong di Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Pria itu diringkus polisi setelah mencabuli seorang mahasiswi berinisial RR (23) warga kecamatan sama dengan modus berkedok sebagai tabib yang bisa mengobati orang sakit.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saldin SH melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq SIK, mengatakan kasus itu berawal saat kedatangan korban RR ke rumah tersangka TM yang mengeluhkan gatal-gatal di sekujur tubuhnya.

Tanpa bertanya lebih jauh, tersangka mengatakan sanggup mengobati penyakit yang dikeluhkan korban sembari meminta mahasiswi sebuah universitas di Banda Aceh itu menutup matanya.

Hal di luar dugaan, kata Taufiq, tersangka meminta korban melepaskan dalamannya (CD). Tanpa menaruh curiga, permintaan tersangka itu pun dituruti korban dan tersangka pun melakukan hal tak senonoh. Usai melakukan aksinya, tersangka pun meminta korban untuk kembali esok harinya.

Korban yang belum menaruh curiga terhadap tersangka--karena korban ingin sembuh dari penyakitnya--pada esok harinya, Jumat (5/1), kembali ke rumah tersangka yang diyakini bisa mengobatinya.

Kali ini, kata kasat reskrim, tersangka yang meminta korban memejamkan matanya sembari membuka dalamannya, selain mengulangi perbuatan yang tidak senonoh, tersangka juga menyetubuhi korban, sehingga RR pun curiga dengan perlakuan tersangka. Kasus pencabulan itu pun dilaporkan korban pada hari itu juga. “Begitu kami terima laporan, malamnya petugas langsung bergerak ke rumah tersangka TM dan menangkapnya. Kini tersangka diamankan di Mapolresta untuk penyidikan lebih lanjut,” demikian AKP Taufiq.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Taufiq SIK, kepada Serambi juga menjelaskan, personel Opsnal Polresta bersama petugas Polsek Luengbata, Banda Aceh, Sabtu (6/1) sekitar pukul 00.30 WIB meringkus M Dahlan (30), warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Pasalnya tersangka mencuri sepeda motor (sepmor) Honda Scoopy BL 6749 KB warna merah hitam di desanya, Gampong Jeulingke, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LPB/07/l/2018/SPKT, tanggal 05 Januari 2018.

Dikatakan, Honda Scoopy milik Nia Alfi Khaira (20), mahasiswi asal Aceh Utara itu hilang Jumat (5/1) sekitar pukul 16.00 WIB, saat rekan korban Ulfa Hasdiana, memarkirkan sepmor itu. Sepmor tersebut diparkir di teras kontrakan mereka di Jalan Tgk Syarief, Lorong Keuchik Bintang, Gampong Jeulingke. “Pukul 12.30 WIB, sepmor itu masih ada di sana. Lalu, sekitar pukul 16.00 WIB, saat korban keluar dari kontrakan, sepmornya itu telah raib,” kata Taufiq, Minggu (7/1) malam.

Dijelaskan, setelah korban melapor ke Polresta dan di bawah koordinasi Kanit Ranmor, Ipda Bambang, melakukan penyelidikan, akhirnya kecurigaan tertuju pada M Dahlan. “Tim Elang di bawah komando Ipda Bambang mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku yang dicurigai berada di Gampong Santan, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Berbekal informasi itu, tim langsung bergerak ke lokasi,” kata Taufiq.

Kedatangan petugas membuat gusar pelaku, sehingga kecurigaan pun semakin kuat dan Dahlan pun berhasil diamankan. “Introgasi yang dilakukan tersangka mengakui mencuri sepmor Scoopy itu dan sepmor itu disimpan di halaman meunasah Gampong Santan. Kini pelaku bersama sepmor curian itu telah kami amankan di Polresta Banda Aceh untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.(mir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved