Breaking News:

Adnan Ganto Terima Gelar Doctor HC

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, memberikan gelar doctor honoris causa (HC) kepada

Editor: bakri
PEMIMPIN Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar memberikan ucapan selamat kepada Adnan Ganto usai menerima gelar Doktor Honoris Causa (Dr HC) dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Selasa (9/1). 

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, memberikan gelar doctor honoris causa (HC) kepada Adnan Ganto MBA. Penganugerahan gelar kehormatan itu berlangsung dalam sidang terbuka di Gedung AAC, Dayan Dawood kampus setempat, Selasa (9/1).

“Diberi gelar kehormatan Doctor Honoris Causa (Dr HC) dalam bidang keuangan internasional sebagai penghargaan atas jasa-jasanya terhadap penguatan kelembagaan keuangan nasional dan Aceh dengan segala hak, kehormatan, dan kewajiban yang melekat padanya,” demikian tertulis dalam piagam penghargaan yang ditanda tangani oleh Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng.

Pemberian gelar kehormatan tersebut, diberikan dengan pertimbangan senat. Selain dihadiri oleh kalangan civitas akademika Unsyiah, acara juga dihadiri seribuan tamu undangan, termasuk kalangan Pemerintah Aceh dan Anggota DPR RI, M Nasir Djamil MSi dan Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar.

Selain itu, para para rektor di Aceh, dosen, dan juga para mahasiswa. Putra kelahiran Buloh Blang Ara, Aceh Utara yang menjadi bankir kelas dunia, Adnan Ganto MBA merupakan orang keempat yang dianugerahi gelar HC oleh Unsyiah. Sebelumnya, kampus yang telah berumur 56 tahun tersebut, juga telah memberikan gelar serupa kepada Mahathir Mohammad, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Jusuf Kalla.

Bagi Unsyiah, Adnan Ganto merupakan Anggota Dewan Kurator, juga untuk UIN Ar Raniry, dan Universitas Malikussaleh, Aceh Utara. Unsyiah menilai, kontribusi Adnan Ganto untuk Aceh cukup maksimal, seperti halnya menumbuhkan kemapanan proses tansformasi Bank Pembangunan Aceh menjadi Bank Syariah Aceh.

“Krisis 2008 lebih parah dari krisis keuangan 1929. Saya kira semua ekonom mengerti betul ini,” papar Adnan Ganto dalam orasi ilmiahnya yang berjudul `Krisis Keuangan Global 2008 dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Ekonomi Indonesia.’

Selama bekerja di sejumlah bank asing, ayah tiga anak ini pernah ditugaskan di Amsterdam, Jakarta, Hong Kong, Singapura, London, New York, dan Zurich, Swiss. Mantan executive director Morgan Bank Ltd di New York ini sejak 1991 hingga sekarang dipercaya negara sebagai Penasihat Menteri Pertahanan Bidang Ekonomi. Ia juga pernah menjadi Penasihat Mentamben, Panglima TNI, Menko Polhukam, dan Penasihat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), semuanya di bidang ekonomi.

Adnan yang menyelesaikan S2 di Harvard Business School, Harvard Boston, USA, pernah bekerja 14 tahun pada Bank Belanda, Pierson Bank NV di Amsterdam yang kemudian merger dengan Amro Bank NV Amseterdam. Jabatan terakhir Adnan di Amro Bank adalah Senior Vice President dan Regional General Manager di Hong Kong. (rul)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved