Pelaku Baru Sebulan Bekerja dengan Asun

RIDWAN (22) yang diduga pembantai satu keluarga warga turunan Tionghoa, Tjie Sun alias Asun (48), Minarni (40)

Pelaku Baru Sebulan Bekerja dengan Asun
KOLASE SERAMBINEWS.COM/IST
Kolase foto Ridwan (22), tersangka pelaku pembunuhan satu keluarga keturunan Tionghoa di Gampong Mulia, Banda Aceh, dua hari lalu. 

RIDWAN (22) yang diduga pembantai satu keluarga warga turunan Tionghoa, Tjie Sun alias Asun (48), Minarni (40), dan Callietos NG (8) di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh beberapa hari lalu, ternyata baru sebulan bekerja dengan keluarga korban.

Informasi itu diungkapkan seorang sumber Serambi yang mengenal tersangka karena pernah bekerja di sebuah warung kopi (warkop) di kawasan Peunayong pada awal 2017. Namun, tidak lama bekerja di warkop itu, Ridwan memilih merantau ke Jambi.

“Ridwan terlihat kembali ke Banda Aceh beberapa waktu lalu. Tapi, saya tidak tahu lagi apa kerjanya dan dengan siapa. Saya juga begitu kaget ketika mendapat kabar dia membunuh satu keluarga tempatnya bekerja,” kata sumber tersebut.

Sumber Serambi menceritakan sepulang dari Jambi, Ridwan bekerja dan memilih tinggal bersama seorang rekannya di sekitar lapangan SMEP Peunayong, Banda Aceh.

“Saya terakhir melihat dia malam Rabu, sekitar satu minggu lalu, tanggal-tanggal 2 Januari begitulah. Setelah itu saya sudah tidak pernah lihat dia lagi yang akhirnya saya dengar ada pembunuhan satu keluarga turunan Tionghoa dan dugaan melibatkan dirinya (Ridwan),” ujarnya.

Tapi, terkait masalah yang melatarbelakangi tersangka menghabisi satu keluarga itu, sumber Serambi ini mengaku sama sekali tidak mengetahuinya. “Saya kaget kok dia bisa sesadis itu, padahal sejauh yang saya kenal dia termasuk karakter yang patuh dan rajin bekerja,” lanjut sumber itu.

Sementara itu sumber-sumber kepolisian saat itu menyebutkan, pascapenemuan tiga jenazah korban pembantaian, yakni Tjie Sun alias Asun (48), istrinya Minarni (40) serta Callietos NG (8) anak laki-laki korban di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (8/1) malam, petugas langsung bekerja keras melakukan penyelidikan dan menurunkan tim untuk memburu para pelaku.

“Sehari setelah temuan mayat tersebut dari tiga pekerja di tempat Asun itu yang dipanggil polisi, hanya Ridwan yang tidak datang. Dua rekannya itu mengatakan Ridwan sedang pulang ke kampungnya di Krueng Sabee, Aceh Jaya,” ujar seorang sumber polisi.

Berbekal informasi itu, tim khusus yang dibentuk gabungan dari Polresta dan Polda Aceh langsung memburu tersangka. Tim kepolisian itu pun awalnya mengejar Ridwan sampai ke desanya. Namun, yang bersangkutan tidak berada lagi di kampungnya. Polisi pun mendapatkan informasi tersangka telah menuju ke Aceh Barat Daya (Abdya). Polisi pun bergerak ke Abdya, sehingga polisi menemukan motor Honda Scoopy milik korban yang ditinggalkan oleh pelaku. “Kecurigaan semakin kuat Ridwan lah pelaku pembunuhan sadis itu disertai dengan adanya informasi barang milik korban yang diduga hilang berada di tangan pelaku,” demikian sumber-sumber polisi.(mir/dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved