Tersangka Pembunuh Dibekuk

Tak lebih dari 48 jam sejak mayat satu keluarga keturunan Tionghoa ditemukan di dalam rumah ruko (ruko) Dusun Pocut

Tersangka Pembunuh Dibekuk
RIDWAN (22), tersangka pembunuh satu keluarga keturunan Tionghoa di Gampong Mulia, Banda Aceh, saat ditangkap di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, Rabu (10/1).

* Kasus Pembantaian Keluarga Tionghoa

BANDA ACEH - Tak lebih dari 48 jam sejak mayat satu keluarga keturunan Tionghoa ditemukan di dalam rumah ruko (ruko) Dusun Pocut Meurah Inseun, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (8/1) malam, polisi berhasil membekuk tersangka pelakunya. Pembunuh paling diuber personel Polresta Banda Aceh dalam dua hari terakhir itu diciduk di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (10/1).

Penangkapan dilakukan oleh tim Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh bersama personel Jatanras Polda Aceh dan personel Polres Deli Serdang, Sumut. Pengejaran dan penangkapan tersangka pelaku pembunuhan yang menewaskan tiga orang itu dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Taufiq SIK.

Tersangka yang berhasil diringkus polisi itu adalah Ridwan (22), warga Dusun Kulam Beude, Desa Paya Seumantok, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya. Berdasarkan penyelidikan polisi, pria kelahiran 25 November 1995 itu diyakini sebagai tersangka pelaku pembunuhan sadis yang menggemparkan warga Gampong Mulia, Banda Aceh, tiga hari lalu sejak tiga mayat korban ditemukan dalam ruko yang terkunci dari luar. Masing-masing Tjie Sun alias Asun (48) dan istrinya, Minarni (40), dan anak mereka bernama Callietos NG (8).

Sejak awal polisi curiga bahwa tersangka pelaku adalah orang dekat atau setidak-tidaknya mengenal baik korbannya. Apalagi sehari setelah ketiga mayat ditemukan dalam ruko terkunci, hanya Ridwan yang tidak datang saat dipanggil polisi. Sedangkan dua temannya yang juga bekerja di tempat Asun, datang saat dipanggil polisi. “Dua rekannya itu mengatakan Ridwan sedang pulang ke kampungnya di Krueng Sabee, Aceh Jaya,” ujar sumber Serambi.

Berbekal informasi itulah, tim khusus yang dibentuk Kapolresta Banda Aceh dan Polda Aceh langsung memburu tersangka. Tim kepolisian itu awalnya mengejar Ridwan sampai ke gampongnya. Namun, yang bersangkutan tak berada lagi di kampungnya. Polisi mendapat informasi bahwa tersangka telah menuju Aceh Barat Daya (Abdya). Polisi pun bergerak ke Abdya, sehingga polisi menemukan motor Honda Scoopy milik korban yang ditinggalkan oleh tersangka. “Kecurigaan semakin kuat bahwa Ridwanlah pelaku pembunuhan sadis itu disertai adanya informasi bahwa barang milik korban yang diduga hilang ternyata berada di tangan pelaku,” sebut sumber Serambi.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Teuku Saladin melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq SIK yang dikonfirmasi Serambi kemarin mengatakan, selain Ridwan, polisi juga membekuk Safrizal (43), warga Desa Sei Kambing Kecamatan Medan Sunggal, Sumut. “Namun, Saudara Safrizal masih dalam tahap pemeriksaan, sejauh mana keterlibatannya dalam kasus ini,” kata Taufiq.

Informasi penangkapan tersangka itu juga sempat tersebar di kalangan pengguna WhatsApp sejak tadi malam. Bahkan, pantauan Serambi, para netizen juga menyasar akun facebook pribadi Ridwan dengan nama akun Iwan Maulana. Rata-rata para netizen memberi komentar miring pada beberapa postingan status atau foto-fotonya.

Dalam laporannya tadi malam, AKP Taufiq menceritakan kronologis pengejaran tersangka yang mulai dilakukan sejak Selasa (9/1) sekira pukul 02.00 WIB, saat itu tim Polresta Banda Aceh sedang melakukan identifikasi dan evakasui tiga mayat korban.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ketiganya ditemukan tewas terbunuh bersimbah darah di dalam ruko yang mereka tempati selama ini di Gampong Mulia, Banda Aceh.

“Sekira pukul 02.00 WIB malam itu, tim Jatanras Polda Aceh beserta Jatanras Polresta Banda Aceh melakukan penyelidikan dan mendapat informasi bahwa pelaku sudah berada di Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Kita langsung bergerak ke Aceh Barat,” kata Taufiq.

Sekira pukul 09.00 WIB Selasa (9/1), mereka tiba di lokasi yang ditengarai disinggahi pelaku. Namun, Ridwan sudah lebih dulu bergerak dan hasil penelusuran Ridwan sudah tidak lagi berada di kawasan Meulaboh, Aceh Barat.

“Kemudian kita dapat informasi lagi bahwa pelaku sudah di wilayah Blangpidie, Aceh Barat Daya, kita langsung melakukan pengejaran. Sampai di Blangpidie, kita dapat informasi bahwa yang bersangkutan sudah menuju ke Medan menggunakan travel umum, dan sekitar pukul 12.00 WIB kita melanjutkan pengejaran lagi ke Medan,” kata Taufiq.

Kemarin, sekira pukul 16.00 WIB, timnya di lapangan mendapat informasi bahwa tersangka sedang berada di Bandara Internasional Kualanamu, Kecamatan Deli Serdang, Sumut. Selanjutnya, AKP Taufiq berinisiatif meminta bantuan perwakilan Polda Aceh di Bandara Kualanamu dan Polres Deli Serdang, Sumut. “Pada pukul 18.00 WIB terduga pelaku berhasil diamankan dan dibawa pulang ke Polres Deli Serdang,” ujar AKP Taufiq.

Hingga tadi malam polisi belum menjelaskan secara detail bagaimana proses atau kronologi penangkapan orang paling diburu dalam 48 jam terakhir itu. Dia juga belum menjawab pertanyaan Serambi via WhatsApp, ke mana pelaku hendak pergi hingga berada di Bandara Kualanamu. Dijadwalkan, pelaku Ridwan akan dibawa pulang ke Banda Aceh menggunakan pesawat komersial pada pukul 07.50 WIB. (dan/mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved