Ulama Abdya Minta Pelaku Pembunuhan Dihukum Mati

Pengurus Cabang (PC) Persatuan Dayah Inshafuddin Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meminta majelis hakim

Ulama Abdya Minta Pelaku Pembunuhan Dihukum Mati

BLANGPIDIE- Pengurus Cabang (PC) Persatuan Dayah Inshafuddin Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman mati kepada pelaku pembunuhan berencana. Sikap ulama dayah dari Abdya ini sama dengan pendapat Gubernur Aceh, yang meminta ganjaran serupa untuk setiap upaya berencana penghilangan nyawa manusia.

“Kami sependapat dan mendukung permintaan Gubernur Aceh agar pelaku pembunuhan berencana dihukum mati,” kata ungkap Tgk TR Kamaluddin kepada Serambi, Rabu (10/1).

Ketua PC Dayah Inshafuddin Abdya itu meminta jaksa penuntut umum (JPU) agar menuntut hukuman maksimum terhadap setiap pelaku tindak pidana pembunuhan berencana, yaitu tuntutan hukuman mati.

Majelis hakim yang mengelar sidang kasus pembunuhan dimana dalam pemeriksaan perkara terbukti terdakwa melakukan tindak pembunuhan berencana, maka terdakwa harus divonis hukuman mati. Hukuman maksimum tersebut diharapkan menjadi pelajaran bagi pihak lain sehingga tidak mudah menghilangkan nyawa orang lain.

Tgk TR Kamaluddin menambahkan bahwa hukuman mati terhadap pelaku pembunuhan juga diatur dalam hukum Islam, kemudian juga diatur hukum negara dengan maksud melindungi hak hidup orang lain.

Dalam kaitan ini, Ketua PC Dayah Inshfuddin Abdya, Tgk TR Kamaluddin memberikan apresiasi kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tapaktuan dalam sidang agenda putusan, Senin (8/1) lalu, dengan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Edi Syahputra (25), terdakwa kasus pembunuhan dua anak dan ibu mertua dari Mulyadi, pejabat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Abdya.

Vonis hukuman maksimum itu merupakan kali pertama dijatuhi majelis hakim di wilayah paling ujung pantai barat Aceh itu terhadap terdakwa yang terbukti melakukan tindak pembunuhan berencana. Vonis hukuman mati terhadap Edi Syahputra, warga Desa Lemah Burbana, Kecamatan Bebesan, Kabupaten Aceh Tengah, itu karena dalam persidangan terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Habibi Askhar Balihar (8) dan Fakhrurrazi (12), dan Hj Winarlis (62).

Kasus pembunuhan sangat sadis terhadap tiga korban dilakukan terdakwa Edi Syahputra pada 16 Mei 2017 lalu di rumah korban Hj Wirnalis di Jalan Lukman, Dusun III, Desa Meudang Ara, Blangpidie, Abdya. Vonis hukuman maksimum terhadap pelaku ditanggapi positif banyak pihak.

Vonis hukuman mati terhadap pelaku pembunuhan berencana yang baru pertama kali dijatuhkan PN Tapaktuan itu diharapkan ulama Dayah Inshafuddin Abdya agar menjadi masukan bagi majelis hakim lain agar menjatuhkan vonis serupa terhadap terdakwa dalam pembunuhan berencana.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved