Tabrakan Maut Sempati Star

Dewan Sorot Sempati Star

Insiden kecelakaan lalu lintas yang menimpa bus Sempati Star dengan becak di Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya

Editor: bakri
ASRIZAL H ASNAWI, Wakil Ketua Komisi IV DPRA 

* Terkait Sering Kecelakaan
* Dishub Diminta Panggil Pihak Manajemen

BANDA ACEH - Insiden kecelakaan lalu lintas yang menimpa bus Sempati Star dengan becak di Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (13/1), menambah daftar kecelakaan yang melibatkan bus tersebut. Setidaknya, sejak Februari 2017 hingga Januari 2018, kecelakaan yang melibatkan bus mewah itu sudah terjadi sebanyak 10 kali dan selalu menyebabkan korban meninggal dunia.

Rentetan insiden kecelakaan itu menimbulkan keprihatinan dan mendapat sorotan pihak DPR Aceh. Karenanya pihak DPRA pun meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh untuk segera menyelidiki apa sebenarnya penyebab sering terjadinya kecelakaan yang melibatkan bus Sempati Star.

Sebagaimana yang diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPRA, Asrizal H Asnawi. Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mendesak pihak Dishub Aceh untuk segera memanggil manajemen Sempati Star, guna mengetahui penyebab tersebut.

“DPR melalui Dishub Aceh meminta untuk segera memanggil manajemen Sempati Star, untuk menyampaikan kepada kita apa sebenarnya permasalahan sehingga bus itu sering mengalami kecelakaan. Kita ingin dengar klarifikasi dari mereka,” kata Asrizal kepada Serambi, kemarin.

Menurut politisi PAN itu, kecelakaan yang melibatkan bus Sempati Star ini bukanlah insiden yang biasa, karena selalu saja menimbulkan korban meninggal dunia. Ia tak menapik, soal musibah memang tidak bisa direncana atau ditunda, tapi sebagai manusia tugas kita adalah hati-hati, agar terjauh dari kecelakaan dimaksud.

Terkait Sempati Star, Asrizal juga heran, jika faktor kecelakaan karena mobil, menurutnya hal itu tidak mungkin. Karena semua armada perusahaan otobus terkenal di Aceh itu masih baru dan juga berkelas tinggi. Asrizal menduga, faktor kecelakaan adalah human error atau kesalahan manusia, yakni sopir atau pengemudi bus.

“Inilah yang perlu kita cari tahu, apa sebenarnya penyebab, mobil, sopir, atau hal lain. Menurut informasi, sopir di Sempati Star katanya banyak sopir muda-muda, tentu ini juga perlu diuji kemampuannya untuk mengemudi. Kita ingin tahu terkait hal ini, makanya kita minta Dishub segera memanggil manajemennya,” ujar Asrizal.

Ketua Fraksi PAN di DPRA, Asrizal H Asnawi juga mengatakan, permintaan pemanggilan manajemen Sempati Star harus segera dilakukan Dishub Aceh, agar pihaknya tahu apa penyebab kecelakaan bus itu selama ini. Ia menyebutkan, harus ada tindakan dari Dishub Aceh terkait insiden kecelakaan yang dialamai bus tersebut.

“Ya harus ada tindakan dari Dishub, tidak boleh diam saja. Cari tahu apa permasalahannya, evaluasi, kemudian beri peringatan jika terus berulang. Jika kemudian berulang lagi, ini kami rasa harus ada tindakan yang nyata dari Dishub Aceh,” kata Asrizal.

Menurutnya, bus Sempati Star adalah bus terkenal di Aceh yang saat ini menjadi ikon pariwisata di Aceh. Tentunya, bus ini harus profesional dalam memberikan jasa transportasinya kepada masyarakat. “Bus-bus Sempati Star itu kelasnya Eropa, perusahaan ini memakai armada yang sama, nah kenapa bisa jadi banyak kecelakaan,” sebut Asrizal.

Asrizal bertanya, apakah para sopir yang direkrut untuk mengemudi bus Sempati Star tidak profesional, sehingga seringnya terjadi kecelakaan. Pihaknya di DPRA juga ingin tahu bagaimana sistem perekrutan sopir yang dilakukan tersebut. “Kita ingin dengar klarifikasi dari manajemen, makanya kita berharap, Dishub segera memanggil pihak menajemen Sempati Star ini,” pungkas Asrizal.(dan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved