Krisis Siswa di SMPN 3 Blangpidie, Kelas II Kosong, Apa Penyebabnya?

Kelas II kosong alias nihil siswa, sementara kelas I hanya ada 7 siswa dan kelas III tercatat 17 siswa.

Krisis Siswa di SMPN 3 Blangpidie, Kelas II Kosong, Apa Penyebabnya?
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Salah seorang guru SMPN 3 Blangpidie di Desa Cot Jirat, Kabupaten Abdya sedang mengajar di kelas I hanya tercatat 7 siswa, Senin (15/1/2018). Sekolah yang dinegerikan tahun 2015 itu mengalami krisis siswa, kelas I 7 orang, kelas III sebanyak 17 siswa, sedangkan kelas II kosong siswa alias nihil. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Krisis siswa SMP Negeri 3 Blangpidie di Desa Cot Jirat, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sangat memprihatinkan.

Kelas II kosong alias nihil siswa, sementara kelas I hanya ada 7 siswa dan kelas III tercatat 17 siswa.

Kepala SMP 3 Blangpidie, Bahron Walidin SPd Ind dihubungi Serambinews.com, Senin (15/1) mengakui sekolah yang dipimpinnya krisis siswa. Jumlah siswa tercatat 24 orang, terdiri 7 siswa kelas I dan 17 siswa kelas III, sedang kelas II kosong siswa.

Krisis siswa yang dialami diperkirakan disebabkan masih kurang kesadaran orang tua di desa sekitar lokasi sekolah untuk memanfaatkan SMPN 3 Blangpidie sebagai tempat belajar putra-putri mereka.

Dari amatan yang dilakukan tidak kurang delapan orang siswa Desa Cot Jirat memanfaatkan pendidikan jenjang SMP di luar.

(Baca: Sempati Star Tabrak Becak yang Bawa Siswi Kesurupan di Abdya, Satu Meninggal dan Empat Siswa Kritis)

Sebanyak 24 siswa terdaftar sekarang ini terdiri dari 2 orang dari Desa Asoe Nanggroe, 1 orang dari Desa Kuta Bahagia (Paya), 1 orang dari Desa Lhueng Tarok, 2 orang dari Desa Pawoh, Susoh padahal desa tersebut berada di sekitar lokasi sekolah.

Sedangkan siswa berasal dari Desa Cot Jirat sebagai lokasi sekolah tercatat hanya 18 orang.

Kurang kesadaran orang tua, menurut Bahron Walidin diperkirakan karena keberadaan SMPN 3 kurang menarik. Seperti PBM masih menumpang pada gedung SDN 12 Blangpidie di Cot Jirat.

“Pembangunan gedung baru yang lebih representatif dikatakan menjadi salah satu daya tarik,” katanya.

Kendati terjadi krisis siswa, Bahron Walidin mengharapkan SMPN 3 Blangpidie agar tidak ditutup atau tidak sampai digabung dengan sekolah lain.

Sebab, bila dibangun gedung baru masih dalam kawasan Cot Jirat, maka keberadaan sekolah tersebut sangat strategis dengan jumlah SD sangat mendukung.

Seperti SD Padang Geulumpang, Asoe Nanggroe, Lhueng Tarok, Lhueng Asan dan Kuta Babahagia. (*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved