Kasus Ibu Buang Bayi Harus Ditelusuri Akar Masalahnya

Kasus ibu membuang bayi yang santer diberitakan media massa akhir-akhir ini ditanggapi oleh psikolog dari Universitas

Kasus Ibu Buang Bayi Harus Ditelusuri Akar Masalahnya
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Penemuan bayi dalam kardus 

BANDA ACEH - Kasus ibu membuang bayi yang santer diberitakan media massa akhir-akhir ini ditanggapi oleh psikolog dari Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Banda Aceh, Dra Endang Setianingsih MPd. “Harus secepatnya ditelusuri apa yang sedang terjadi dengan generasi muda Aceh hari ini,” kata Endang kepada Serambi, Senin (15/1).

Menurut Endang, dari kacamata psikolog, kasus ibu membuang bayi bisa dipicu beberapa faktor penyebab. Misalnya, si ibu hamil tanpa suami atau hasil hubungan luar nikah hingga anak yang dilahirkan tak bisa diterima oleh keluarga bahkan dikucilkan oleh lingkungan. Selain itu, faktor ekonomi juga sangat berpengaruh sehingga si ibu tak punya pilihan selain membuang anak yang dilahirkannya.

Dikatakan Endang, lahirnya anak luar nikah atau akibat seks bebas juga dipicu oleh banyak hal. Antara lain mudahnya seseorang mengakses berbagai informasi di media sosial tanpa ada batas membuat semua tampak mudah untuk diakses, termasuk film porno dan akhirnya mempraktikkan seperti apa yang mereka lihat. “Selain itu besarnya pengaruh narkoba yang sangat dekat dengan seks bebas,” ujar psikolog dari Unmuha ini.

Menurut Endang, jika akar masalahnya sudah diketahui maka keluarga menjadi pihak pertama yang membangun benteng untuk memproteksi terjadinya pergaulan bebas di kalangan putra-putri mereka.

Pihak keluarga, lanjut Endang harus membentengi anggota keluarga (terutama anak-anak) dengan pendidikan agama sehingga mereka tahu membedakan hal yang benar dan salah.

Sedangkan bagi anak-anak yang telah terjerumus pada pergaulan bebas--bahkan ada yang hamil di luar nikah dan membuang bayi yang dilahirkan--menurut Endang jangan dikucilkan tetapi harus dilakukan pendampingan dan pemuliham kondisi psikologisnya.

Selain itu, kata Endang, upaya preventif dengan cara pendekatan agama dengan melibatkan pemuka-pemuka agama menjadi salah satu cara paling efektif untuk menangkal berbagai pengaruh global terhadap generasi muda. “Upaya represif berupa hukuman sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mengatur tentang kejahatan pembuangan bayi juga diperlukan agar adanya efek jera bagi pelaku,” demikian Endang Setianingsih.(nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved