Saat Bermain Gawai, Tanpa Sadar Hal Buruk ini Bisa Terjadi pada Tubuh Anak

Sebagai dokter anak, dr. Handry sadar akan fenomena orangtua yang memberikan anaknya gawai agar mereka ‘anteng’.

Saat Bermain Gawai, Tanpa Sadar Hal Buruk ini Bisa Terjadi pada Tubuh Anak
Shutterstock
ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Banyak orang pasti sudah tahu gadget atau gawai punya pengaruh buruk terhadap anak.

Sayangnya, pengaruh buruk seperti apa, masih belum banyak yang tahu dan kebanyakan hanya berbipikir berbahaya bagi mata.

Seorang dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangnkusumo, Jakarta, dr. Setyo Handryastuti, SpA(K) menegaskan, gawai punya beberapa pengaruh buruk bagi anak.

Baca: Beratnya 115 Kg, Jody Cuma Main Gadget dan Nonton TV Setiap Hari

“Gawai hanya merangsang perkembangan kognitif tapi tidak pada perkembangan motorik kasar, halus, interaksi sosial, dan kemampuan berbicara atau bahasa,” paparnya.

Sebagai dokter anak, dr. Handry sadar akan fenomena orangtua yang memberikan anaknya gawai agar mereka ‘anteng’.

Anak-anak yang penuh rasa ingin tahu pasti akan tertarik dengan gawai dengan layarnya yang berwarna cerah serta penuh dengan hiburan musik dan permainan.

Mereka hanya memerlukan keterampilan satu atau dua jari, lalu sudah bisa senang.

Masalahnya, keterampilan satu atau dua jari anak-anak itulah yang membuat mereka tidak berkembang secara maksimal.

Anak-anak perlu melatih keterampilan motorik kasarnya seperti keseimbangan, koordinasi, serta kemampuannya untuk tanggap terhadap stimulus yang ada di sekitarnya.

Mereka perlu bergerak, berlari, bahkan melompat. “Dengan gawai, kesempatan itu hilang,” ujar dr. Handry.

Otak anak yang sedang berkembang memerlukan rangsangan dari lingkungan sekitarnya.

Menurut dr. Handry, adanya gawai menghalangi rangsangan tersebut sehingga anak-anak jadi tidak mempedulikan sekitarnya.

Mereka tidak akan sadar jika ada yang memanggil nama mereka atau mengajaknya bermain.

Sebenarnya, orang dewasa juga sering seperti itu. Kadang, ketika sedang asyik dengan gawai, kita tidak menghiraukan hal-hal yang sedang terjadi.

Namun, karena perkembangan otak orang dewasa sudah matang, kita hanya perlu rangsangan suara untuk membawa ‘kembali’ ke dunia nyata.

Hal itu berbeda pada anak-anak. “Mereka bisa sangat tidak acuh dan tidak peka pada rangsangan sekitarnya,”ujar wanita lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini. (Gita Laras Widyaningrum)

Artikel ini telah ditayangkan pada intisari online dengan judul: Inilah yang Bakal Dirusak Oleh Gadget pada Tubuh Anak

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved