Tidak Terbukti Korupsi, Hakim Pengadilan Tinggi Bebaskan Rekanan Kasus Damkar Rp 17,5 M

Dalam salinan putusan disebutkan, kedua terdakwa dinyatakan tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Tidak Terbukti Korupsi, Hakim Pengadilan Tinggi Bebaskan Rekanan Kasus Damkar Rp 17,5 M
TERDAKWA Siti Maryami mengikuti sidang lanjutan kasus damkar modern dengan agenda pembacaan pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Rabu (18/10). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh membebaskan dua rekanan kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran modern seharga Rp 17,5 miliar milik Pemko Banda Aceh.

Keduanya adalah Ratziati Yusri dan Dheni Okta Pribadi masing-masing sebagai Komisaris Utama dan Direktur PT Dhezan Karya Perdana yang juga ibu dan anak.

“Membebaskan terdakwa 1, Dheni Okta Pribadi dan terdakwa 2, Ratziati Yusri dari dakwaan penuntut umum,” bunyi putusan majelis hakim PT.

Vonis itu diputuskan majelis hakim yang diketuai, Djumali SH bersama hakim anggota, Maratua Rambe SH MH dan Sudirman SH MH pada Selasa 9 Januari lalu.

Namun, salinan putusan tersebut baru diketahui Serambi pada Selasa (16/1/2018).

Dalam salinan putusan disebutkan, kedua terdakwa dinyatakan tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Perusahaan tersebut telah mengikuti pengadaan damkar sesuai dengan aturan.

Padahal, pada Pengadilan Tipikor Banda Aceh atau tingkat pertama, ibu dan anak yang menjadi rekanan itu telah divonis bersalah dengan hukuman masing-masing tujuh tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Selain kedua terdakwa, majelis hakim PT juga memutuskan perkara yang sama terhadap Ketua Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Aceh, Syahrial dan Siti Maryami selaku Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen (KPA/PPK) pada Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh (DPKA).

Masing-masing terdakwa dinyatakan tetap bersalah menurut dakwaan subsider dan memvonis selama 1 tahun penjara, denda 50 juta atau bisa diganti dengan kurungan (subsider) selama dua bulan.

Putusan ini jauh lebih rendah dari putusan tingkat pertama di mana Siti Maryami dihukum empat tahun penjara dan Syahrial dihukum tujuh tahun penjara. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved