Erosi Krueng Susoh Mendesak Ditangani

Erosi Krueng (sungai) Susoh yang semakin mengganas, khususnya di Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh

Erosi Krueng Susoh Mendesak Ditangani
SEORANG warga mengamati dampak erosi aliran Krueng Susoh di Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh, Aceh Barar Daya (Abdya), Senin (15/1). 

* Areal Sawah Jadi Sungai

BLANGPIDIE-Erosi Krueng (sungai) Susoh yang semakin mengganas, khususnya di Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh, mendesak ditangani. Pasalnya, erosi tersebut telah menghancurkan saluran tersier irigasi lokasi bantaran sungai dan areal persawahan milik masyarakat berubah jadisungai.

Malahan, aliran sungai yang di kenal liar itu mengancam menerobos areal perkampungan penduduk Desa Padang dan areal perkebunan milik warga setempat.

Informasi diperoleh Serambi di lokasi, Senin (15/1), areal milik beberapa warga yang sudah jatuh ke sungai, kemudian berubah menjadi aliran sungai antara lain sawah milik Hermansyah dan Abdullah. “Erosi terjadi sejak beberapa tahun terakhir, dan yang paling parah banjir 25 Desember lalu,” kata Adi, salah seorang warga ditemui di lokasi.

Kecuali meruntuhkan areal sawah yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) lokasi Padang Baru, erosi juga menghancurkan saluran irigasi tersier lokasi sepanjang bantaran sungai.

Dampaknya, belasan hektare areal sawah yang baru dicetak kekurangan pasokan air. Erosi juga telah merusak tanaman perkebunan milik warga di sepanjang bantaran sungai sejak dari Desa Padang Baru sampai Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh.

Sementara Mismariddin, salah seorang petani setempat mengatakan, penanganan erosi yang sangat mendesak adalah pada titik tebing sungai Desa Padang Baru. Sebab, titik ini aliran sungai tidak lurus akibat erosi semakin parah, melainkan dalam kondisi melengkung atau masuk dalam areal sawah. Penanganan agar dilakukan dengan membangun tanggul tebing pengaman di lokasi dengan bahan material batu gajah atau bongkahan batu besar.

Pembangunan tebing pengaman di lokasi akan menyelamatkan areal sawah dan tenaman perkebunan milik masyarakat. Bila tidak, kata Mismaruddin, aliran sungai bukan saja merusak areal sawah, tapi dikhawatirkan akan menerobos areal perkampungan warga Desa Padang Baru, termasuk mengancam Kantor Polsek dan Koramil Susoh serta Kantor Samsat Abdya.

Keterangan masyarakat setempat, aliran Krueng Susoh dikenal sangat liar. Setiap peristiwa banjir terjadi erosi, yaitu tebing sepanjang DAS jatuh, termasuk tanaman yang tumbuh diatasnya. Aliran sungai tersebut, sebelumnya mengalir mengarah sebelah kanan atau masuk kawasan Desa Cot Jirat, Blangpidie. Peristiwa erosi yang semakin parah beberapa tahun terakhir, aliran sungat menuju arah kiri atau masuk kawasan Desa Padang Baru, Susoh.

Kepala Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin ketika ditanyai Serambi mengatakan, penanganan kerusakan tebing Krueng Susoh di lokasi Desa Padang Baru akibat erosi, butuh biaya lumayan besar sehingga perlu direncanakan instansi terkait.

Sedang penanganan secara darurat yang sedang dilakukan BPBK Abdya adalah kerusakan saluran irigasi di sejmlah titik di sepanjang DAS Krueng Susoh. Penanganan itu dengan cara membentuk saluran tersier baru dari bahan drum bekas. Puluhan drum disusun pada saluran tersier yang sudah hancur, sehingga terbentuk saluran yang merip terowongan kecil.

Selain menyusun drum bekas, juga membentuk saluran tersier dari susunan goni yang diisi pasir. “Penanganan darurat ini kita lakukan untuk membantu petani yang terganggu suplai air sawah setelah saluran tersier hancur diterjang bajir belum lama ini,” kata Amiruddin.

Sebelumnya, Camat Susoh, Zulfan kepada Serambi menjelaskan, dampak erosi Krueng Susoh di kawasan Desa Pulau Kayu dan Padang Baru sudah dilaporkan kepada Bupati Abdya dengan harapan segera dibangun tanggul pengaman tebing sungai.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved